Animo Rapid Test Antigen Tinggi, Terbuka Peluang Munculnya Kasus Terkonfirmasi Positif

Proses pengambilan sampel swab untuk rapid test antigen di BLKPK Mataram, Selasa, 22 Desember 2020. Banyaknya masyarakat yang akan melakukan perjalanan luar daerah membuat daftar antrean untuk pemeriksaan tersebut cukup panjang. Kendati demikian, proses screening awal Covid-19 secara mandiri tersebut membantu pemerintah melakukan tracing untuk potensi penularan virus.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Tingginya animo masyarakat untuk melakukan rapid test antigen membantu pemerintah dalam melakukan screening awal untuk penularan corona virus disease (Covid-19) dari pelaku perjalanan. Kendati demikian, fenomena tersebut turut meningkatkan potensi peningkatan eskalasi kasus yang tercatat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa menerangkan banyaknya masyarakat yang melaksanakan rapid test antigen beberapa pekan terakhir utamanya disebabkan libur panjang natal dan tahun baru. Di mana banyak masyarakat Kota Mataram yang berasal dari luar daerah merencanakan pulang kampung, mengunjungi keluarga, atau sekadar berlibur.

“Hampir setiap hari memang ada yang mengajukan diri untuk rapid test antigen, dan ini karena libur natal dan tahun baru. Kita akui setiap ada semacam tracing mandiri maupun yang dilakukan oleh pemerintah, memang ada peluang munculnya kasus terkonfirmasi,” ujar Nyoman, Selasa, 22 Desember 2020.

Kendati demikian, hal tersebut ditekankan bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Justru peningkatan kasus karena screening mandiri dinilai dapat membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penanganan lebih awal untuk potensi penyebaran yang lebih luas.

“Kita sudah siap dengan berbagai skenario yang ada. Apapun yang dilakukan adalah bagian dari tindakan pencegahan dan penanganan itu sendiri, termasuk memberlakukan syarat wajib rapid test antigen ini. Ini membantu pemerintah men-tracing,” ujarnya.

Jika ditemukan kasus positif dari proses screening mandiri tersebut, maka pihaknya akan melakukan penanganan sesuai protokol yang telah ditentukan. Menurut Nyoman, tracing mandiri maupun kolektif oleh pemerintah menjadi salah satu parameter penanganan pandemi Covid-19, di mana pelaksanaan rapid test secara mandiri mendukung proses tersebut.

“Kita melihat peluang masyarakat untuk berlibur ke luar daerah tidak bisa dicegah. Yang bisa kita lakukan adalah langkah-langkah antisipasi pencegahan, dan ini justru membantu pemerintah melakukan tracing awal,” jelas Nyoman.

Berdasarkan pantauan Suara NTB, pelaksanaan rapid test mandiri di beberapa lokasi di Kota Mataram memang selalu ramai. Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram mencatat dalam sehari ada lebih 50 orang masyarakat yang mendaftar untuk melaksanakan rapid test tersebut. Hal serupa terjadi di Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi (BLKPK) Mataram yang mencatat jumlah masyarakat yang mendaftar untuk rapid test antigen mencapai 500 orang lebih pada Senin, 21 Desember 2020.

Sri Mawarni, salah satu warga Gunungsari yang melaksanakan rapid test antigen BLKPK Mataram menerangkan dirinya tidak keberatan melaksanakan screening awal Covid-19 tersebut. “Kita jadi lebih enak, untung ada aturan baru ini. Sebelumnya kita belum pernah tes. Memang ada rapid yang biasa itu, tapi ini nampaknya lebih akurat,” ujarnya kepada Suara NTB, Selasa, 22 Desember 2020. Dirinya melakukan rapid test antigen tersebut sebagai persyaratan ke luar daerah.

Hal serupa disampaikan Agus Windu yang juga melaksanakan rapid test antigen di BLKPK Mataram. Dia melaksanakan tes tersebut agar bisa pulang kampung ke Bali selama libur natal dan tahun baru. “Ini kita untuk naik kapal. Karena kalau naik pesawat harus swab (PCR) yang mahal, jadi ini saja yang lebih murah,” jelasnya.

Menurut Agus aturan pemerintah yang mewajibkan pelaku perjalanan luar daerah untuk melakukan rapid test antigen bukanlah hal memberatkan. Justru aturan tersebut dinilai memberi kepastian bagi individu yang akan melakukan perjalanan terkait potensi menjadi pembawa virus. “Kita jadi lebih tenang juga,” tandasnya. (bay)