Animo Berasuransi Petani dan Peternak di NTB Naik

Lahan pertanian. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Jasindo harus kerja ekstra melayani permintaan sosialisasi asuransi dari para petani dan peternak. ‘’Saat ini, permintaan yang paling banyak untuk dilakukan sosialisasi dari peternak sapi dan petani jagung,” kata Erwin A Sasongko, Branch Manager Jasindo Mataram.

Jasindo adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi umum, fokus layanannya adalah asuransi di bidang pertanian secara umum. Mencakup pertanian pangan, hortikultura, perikanan, peternakan.

Iklan

Tingginya animo masyarakat petani untuk mengetahui tentang asuransi pertanian ini sejalan dengan masuknya musim tanam jagung, khususnya di Pulau Sumbawa.

Bersamaan masuknya musim hujan. Sosialisasi dilakukan massif oleh Jasindo hingga di tingkat bawah, agar petani mengetahui manfaat dan tata cara berasuransi. “Para petani dan peternak umumnya mendengar dari sesamanya. Manfaat dan kelebihan berasuransi. Sehingga tertarik dan ingin mendapatkan pemahaman lebih detail. Kita berikan sosialisasi,” ujarnya.

Kepada Suara NTB di Mataram, Senin (19/10) kemarin, Erwin menambahkan, jika digambarkan, animo berasuransi petani dan peternak ini mengalami kenaikan, setelah pemerintah memberlakukan pelonggaran terhadap Covid dengan kenormalan baru. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, masih lebih tinggi animo tahun lalu karena situasinya normal.

“Beberapa bulan semua vakum karena Covid. Bulan massif sosialisasi kemarin di bulan September sampai sekarang,” jelas Erwin. Ditambahkan, untuk asuransi ternak sapi, Jasindo menyediakan klaim hingga Rp15 juta untuk sapi yang mati dengan alasan tertentu, atau sapi yang dicuri. Jasindo akan menggantikan senilai asuransinya.

Nilai asuransi sapi Rp15 juta/ekor ini umumnya di Kabupaten Lombok Timur. Namun ada juga yang mengikuti program asuransi sapi senilai Rp10 juta. “Preminya dua persen dari nilai asuransi. Kalau Rp15 juta ya Rp300.000 yang harus dibayarkan, berlaku setahun,” imbuhnya. Sementara untuk jagung, nilai asuransinya tergantung dari minat petani. Ada empat macam rate yang disiapkan Jasindo. Masing-masing ada batasan dicover kerugiannya. Untuk all risk, berapapun kerugian petani, Jasindo menanggungnya. “Preminya ada yang 2 persen,  ada yang 2,5 persen, ada yang 3 persen dan all risk 4 persen dari nilai realisasinya. Misalnya, padi kisaran Rp10 sampai Rp15 juta modal tanamnya. Tinggal pilih mau ikut yang mana. Penjaminan dilakukan semusim,” demikian Erwin. (bul)