Anies Baswedan Serahkan Rp23 Miliar Bantu Sekolah di KLU

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, usai meninjau rumah korban terdampak gempa di KLU, Jumat kemarin. (Suara NTB/Humas Pemprov NTB)

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU), menerima dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk sekolah rusak akibat gempa dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Jumat, 4 Januari 2019. Anies hadir langsung menyerahkan dana bantuan ditemani beberapa pejabat Pemprov DKI di SMPN 2 Tanjung, Desa Sigar Penjalin.

Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, dan Wakil Bupati, Sarifudin, SH. MH., juga hadir menerima bantuan. Serah terima itu disaksikan langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, Sekda Lombok Utara Dr. H. Suardi, Kepala OPD lingkup Pemda Lombok Utara serta para guru dan siswa SMPN 2 Tanjung.

Iklan

Gubernur DKI Jakarta itu tampak antusias saat disuguhi tarian Rudat. Ia bahkan mengabadikan langsung momentum tarian Rudat khas Lombok Utara dengan ponsel pribadinya. Hingga di akhir acara pun, ia menyempatkan permintaan foto bersama dengan para penari Rudat, penabuh gendang, termasuk guru, siswa dan masyarakat setempat.

Anies mengatakan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta untuk KLU sebesar Rp19,2 miliar dari APBD DKI Jakarta. Jumlah itu masih ditambah dengan dana sumbangan dari seluruh ASN sebagai Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp4,4 miliar. Selain ke KLU, Pemkab Lombok Timur juga  memperoleh bantuan senilai Rp10 miliar.

“Para ASN di sana mengadakan fund rising sendiri dan terkumpul senilai Rp4,4 miliar, dan itu ditujukan untuk pembangunan gedung dan fasilitas pendukung di SMP 2 Tanjung. Mudah-mudahan dana ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Anies.

Pihaknya juga berharap, anak-anak sekolah korban gempa di Lombok Utara berkembang menjadi anak yang tangguh. Merekalah yang nantinya menjadi cikal bakal pemimpin bangsa.

Ia mengajak, seluruh elemen di Lombok Utara memandang peristiwa gempa 5 Agustus 2018 sebagai pesan positif untuk anak-anak tentang ketangguhan, keuletan dan memandang peristiwa dengan cara yang positif.  “Dan kualitas pendidikan bukan dimulai di sekolah tetapi di rumah, di rumah dan rumah, baru sesudahnya di sekolah. Kami berharap dukungan dari Pemprov DKI terhadap pembangunan sekolah ini memberikan manfaat yang cukup besar,” harapnya.

Untuk diketahui, dana sebesar Rp23 miliar itu nantinya akan teralokasi ke 21 sekolah di Lombok Utara. Di antaranya 4 PAUD, 10 SD dan sisanya sekolah SMP.

‘’Kami juga berharap bahwa hubungan persaudaraan kita akan terus terjaga, terikat dengan semangat, erat, mohon jangan dilihat dari jumlah rupiahnya, tapi niat masyarakat Jakarta insya Allah itu tidak bisa dimunculkan dalam catatan buku akuntansi manapun,’’ pintanya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah pada kesempatan itu tidak banyak menyampaikan pidato menanggapi bantuan. Ia hanya berharap, Anies Baswedan sebagai sahabat sejak mahasiswa merasa betah dan berada di rumah sendiri selama berada di Lombok.

‘’Kalau kepala daerah lain setelah datang terus pulang. Pak Anies ini agak beda. Setelah saya tanya tadi, apakah langsung pulang, ternyata tidak. Beliau akan merenung cukup panjang di Lombok. Mudah-mudahan perenungannya berbuah manis,’’ sambut Zulkieflimansyah.

Gubernur NTB mengaku sangat dekat dengan Gubernur DKI. Sejak mahasiswa, keduanya pernah menjabat senat. Anies Baswedan sebagai senat di UGM, dan Zulkieflimansyah sebagai senat di UI. Saat menempuh pascasarjana, keduanya nyaris kuliah di universitas yang sama di Glasgow, Skotlandia.

‘’Jadi Mas Anies, selamat datang di rumahnya  sendiri. Saya tidak mengatakan, selamat datang di provinsi yang lain,’’ tandasnya. (ari)