Aniaya Istri hingga Meninggal Dunia, Suami Dituntut Penjara 14 Tahun

Pedagang buah M Ali Asgar (kanan) memeragakan adegan upaya menyelamatkan istrinya saat reka ulang April lalu. Asgar dituntut penjara selama 14 tahun, Senin, 12 Oktober 2021 atas dakwaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pedagang buah M Ali Asgar dituntut untuk dipenjara selama 14 tahun. Jaksa penuntut umum meyakini Asgar terbukti menusuk istrinya sendiri, Sadiah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Tuntutan ini dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Mataram Senin, 12 Oktober 2021.

Jaksa penuntut umum Muthaminah Hasanah mengajukan tuntutan berdasarkan dakwaan pasal 44 ayat 3 UU RI No23/2004 tentang Penghapusan KDRT.

Iklan

“Bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan istrinya meninggal dunia sehingga anak-anaknya kehilangan ibunya,” sebutnya dalam pertimbangan hal yang memberatkan terdakwa. Meski begitu, Asgar punya pertimbangan meringankan karena mengakui perbuatannya.

Penasihat hukum terdakwa Deni Nur Indra mengaku tuntutan tersebut cukup berat. Sebab pasal dakwaan itu mengatur hukuman maksimal penjara 15 tahun. Sementara kliennya dituntut 14 tahun penjara. “Untuk alasannya nanti kami sampaikan dalam pledoi,” ucapnya.

Asgar dituntut pidana penjara karena menusuk istrinya hingga meninggal dunia pada Sabtu, 17 April 2021 di tepi Jalan Adi Sucipto, Rembiga, Selaparang, Mataram. Mereka saat itu sedang berjualan buah-buahan bersama. Tetapi Asgar gelisah karena istrinya menelepon pria lain.

Asgar lalu naik pitam karena istrinya membantah sambil berujar ancaman akan berhubungan dengan pria lain. Sontak Asgar mengambil pisau jualannya lalu menusuk istrinya.

Korban dibawa ke RS Bhayangkara tapi nyawanya tetap tidak dapat diselamatkan. Jenazahnya pun diautopsi. Korban meninggal karena pendarahan hebat akibat terputusnya pembuluh darah vena di leher. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional