Angkut Puluhan Sapi dari NTT, Kapal Motor Disita

Dua kapal motor mengangkut puluhan sapi dari NTT yang disita TNI AL wilayah Bima di perairan Bonto Kecamatan Asakota, Kota Bima, Sabtu, 14 Februari 2021.(Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Dua kapal motor yang mengangkut puluhan ekor sapi dari wilayah Provinsi NTT, disita oleh anggota TNI AL wilayah Bima di perairan Bonto Kecamatan Asakota, Kota Bima, Sabtu, 14 Februari 2021.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, dua kapal tersebut disita dalam waktu yang berbeda di lokasi yang sama. Kapal pertama yang mengangkut sapi 30 ekor disita pada Jum’at, 13 Februari 2021. Sedangkan kapal yang kedua disita pada Sabtu, 14 Februari 2021 pagi dengan mengangkut sapi sebanyak 60 ekor. Sedianya puluhan sapi itu akan dibongkar di Pelabuhan Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Iklan

Penyitaan dua kapal motor yang mengangkut puluhan ekor sapi jenis betina dan jantan itu karena tidak mengantongi izin pengangkutan dan bongkar muat. Begitupun puluhan sapi itu, diduga tidak mengantongi dokumen resmi seperti izin jual beli dan dokumen kesehatan hewan.

Komandan Pos TNI AL wilayah Bima, Peltu Muhammad, membenarkan penyitaan dua kapal yang mengangkut puluhan sapi itu. Saat ini kata dia, dua kapal tersebut sudah berada di Pelabuhan Bima. Untuk penanganan selanjutnya, kata dia, pihaknya masih menunggu keputusan dari Danlanal Mataram. Pasalnya usai penyitaan, pihaknyan langsung melaporkan ke Danlanal Mataram.

“Kita masih tunggu keputusan Danlanal Mataram. Informasinya juga akan menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan persoalan ini,” ujarnya.

Muhammad menambahkan, puluhan sapi yang diangkut dua kapal tersebut diketahui milik sejumlah warga Kabupaten Bima. Bahkan identitasnya sudah dikantongi. Sementara seseorang yang mengaku pemilik beberapa ekor sapi inisial BN berharap agar persoalan itu dicarikan solusinya. Sebab jika dibiarkan, puluhan sapi itu dikuatirkan mati akikabr kelelahan.

“Saya berharap hal ini ada solusi dari pihak berwenang. Ini saja sudah ada tiga ekor yang mati. Melihat kondisi sapi saat ini angka kematian akan bertambah,” ujarnya. Ia memastikan puluhan sapi itu dibeli di wilayah Reo Provinsi NTB. Harganya tergantung kondisi dan kualitas sapi. Yang paling tinggi harganya berkisar Rp15 juta perekor dan paling terendah harga Rp4 juta.

“Kita beli untuk dijual kembali. Harga beli Rp15 juta dijual Rp16 juta. Begitpun harga beli Rp4 juta kita jual Rp5 juta. Harga jual ini belum termasuk biaya operasional,” pungkasnya. Sampai berita ini ditulis dua kapal tersebut masih berada di pelabuhan Bima dan tetap berada di pengawasan pihak TNI AL wilayah Bima. (uki)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional