Angka Stunting Fluktuatif, Pemkab Tekankan Aksi Konvergensi

Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah dan sejumlah pimpinan OPD pada kegiatan penilaian kinerja pencegahan stunting. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Persentase kejadian stunting dalam lima tahun terakhir di Sumbawa masih fluktuatif. Pemkab pun terus berupaya nencegah dan menurunkan angka stunting. Dengan pelaksanaan 8 aksi konvergensi.

Sebagaimana disampaikan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmmud Abdullah, pada kegiatan Penilaian Kinerja Kabupaten Dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi Tingkat Provinsi NTB, Selasa, 13 Juli 2021. Percepatan penanganan stunting menjadi salah satu fokus program di bidang kesehatan maupun sektor lainnya. Untuk mengantisipasi kondisi gizi kronis yang mengakibatkan anak tumbuh dengan kondisi yang tidak maksimal.

Iklan

Dipaparkan Bupati, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, kejadian stunting di Sumbawa masih berada pada angka 31,53%. Jumlah tersebut berada dibawah angka stunting Provinsi NTB yang mencapai 33,49%, dan di atas rata-rata nasional sebesar 30,8%. Persentase kejadian stunting di Sumbawa dalam lima tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada 2016, kejadian stunting di Kabupaten Sumbawa masih berada pada angka 19,44%, kemudian turun signifikan menjadi 11,53% pada tahun 2017. Tahun 2018, angka stunting Kabupaten Sumbawa mengalami kenaikan sebesar 0,2% menjadi 11,73%, kemudian turun menjadi 10,58% pada tahun 2019 dan naik lagi sekitar 0,3% menjadi 10,91% pada tahun 2020.

Untuk itulah, Pemkab telah berupaya melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting melalui penguatan konvergensi yang ditandai dengan pelaksanaan 8 aksi konvergensi. Dimana tiap-tiap OPD memberikan kontribusi dengan memasukkan program/kegiatan dalam RKA/DPA OPD. Hal ini menurut Bupati akan menumbuhkan keinginan untuk melaksanakan atau mengintervensi kegiatan pencegahan dan penurunan stunting terutama di daerah lokus. (arn)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional