Angka Positif Covid-19 di Mataram Fluktuatif

I Nyoman Swandiasa. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Meningkatnya jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Mataram beberapa hari terakhir menjadi atensi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram. Pasalnya, setelah sempat mengalami pelandaian kasus beberapa waktu lalu, peningkatan jumlah pasien yang terjadi membuat Kota Mataram sulit masuk ke dalam zona hijau pandemi virus tersebut.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Swandiasa, menerangkan sampai saat ini Mataram memang masih masuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19. Klaster penyebaran juga cukup beragam, mulai dari klaster kelompok masyarakat tertentu, klaster perkantoran, dan lain-lain.

Iklan

“Kita masih zona oranye, belum ada pergeseran. Parameternya tren selama satu minggu. Sedangkan trennya meningkat. Kalau kemarin sempat 1-2 orang (pasien positif per hari), kemarin sampai 10 orang,” jelas Nyoman.

Penambahan jumlah pasien yang disampaikan adalah catatan Satgas Covid-19 Kota Mataram per 17 September lalu. Di mana tercatat penambahan 10 orang pasien positif baru dan 1 pasien meninggal dunia, tanpa ada pasien yang dinyatakan sembuh.

Total pasien positif sendiri tercatat mencapai 1.133 orang. Rinciannya, 80 orang masih dalam perawatan, 971 orang dinyatakan sembuh, dan 82 orang meninggal dunia.

“Kita harus kembali ke normal dasar pencegahan covid. Itu saja yang ingin kita sampaikan dengan tren kenaikan 1 -2 hari ini,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram tersebut. Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi karena aktivitas masyarakat di Kota Mataram yang masih cukup tinggi di tengah pandemi Covid-19.

Dicontohkannya seperti potensi kerumunan masyarakat dengan agenda politik yang sedang terjadi. Termasuk dengan peningkatan pertemuan-pertemuan yang terjadi di masyarakat.

Untuk menanggulangi potensi tersebut, Satgas Covid-19 Kota Mataram secara intens mengawal kegiatan kemasyarakat dengan merujuk pada Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 34/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, serta Peraturan Daerah (Perda) NTB nomor 7/2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Dinamika di masyarakat yang memang membuat masalah ini fluktuatif. Kita tidak bisa mengatakan tren (penularan Covid-19) ini akan terus naik. Kita yakin dengan kegiatan (pengamanan) di lapangan, kondisi ini akan melandai,” ujar Nyoman.

Beberapa upaya yang dimaksud dicontohkan seperti penyemprotan disinfektan di lingkungan dan kantor-kantor pemerintahan yang masih berjalan sampai saat ini. Di mana Pemkot Mataram masih mengeluarkan anggaran untuk kegiatan pencegahan tersebut.

“PCBL (Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan) dan Kampung Sehat juga tetap berjalan seperti biasa. Kalau dari Gugus Tugas, kita masih intens,” tandas Nyoman. (bay)