Angka Kebutaan Tinggi

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

PERSENTASE masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan dan kebutaan di NTB menempati posisi kedua nasional. Angka kebutaan di NTB mencapai 4 persen. Untuk menekan angka kebutaan ini, Pemprov NTB mendekatkan pelayanan ke puskesmas.

“Pelayanan didekatkan ke Puskesmas. Sehingga orang datang ke Puskesmas yang bekerja sama dengan optik-optik yang bersedia bekerja sama dengan Puskesmas,” kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi Minggu, 31 Oktober 2021.

Iklan

Meskipun angka kebutaan tinggi, kata Eka, namun Pemerintah Pusat memuji langkah-langkah yang dilakukan NTB dengan mendekatkan pelayanan ke puskesmas. Dengan mendekatkan pelayanan ke puskesmas, akses pengobatan masyarakat menjadi lebih mudah.

Ia menjelaskan puskesmas yang melayani masyarakat sudah dilatih petugas medisnya baik dokter dan perawat untuk mendeteksi kebutaan. Dari 4 persen angka kebutaan di NTB, sebagian besar lansia akibat katarak. Sementara pada anak-anak kebanyakan gangguan penglihatan.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB ini, deteksi kebutaan atau gangguan penglihatan pada anak-anak penting diketahui sejak awal. Pasalnya, jika tidak terdeteksi dari awal maka akan mengganggu ptoses pembelajaran di sekolah.

“Angka kebutaan di NTB sebesar 4 persen. Kebutaan lebih banyak di orang tua. Karena salah satu penyebab kebutaan di NTB adalah katarak,” jelasnya.

Lansia yang mengalami kebutaan dominan petani dan nelayan. Karena paparan sinar matahari secara langsung saat mereka beraktivitas menjadi pemicu kena katarak yang paling cepat selain penyakit lainnya seperti diabetes.

“Katarak juga karena usia. Kemudian bertambahnya pasien diabetes. Itu juga mempercepat katarak,” kata Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional