Angka CFR Tinggi, Loteng Belum Bisa Keluar dari Zona Oranye

Ilustrasi Penyebaran Covid-19 (Pixabay)

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masih menjadi daerah dengan angka Case Fatality Rate (CFR) tertinggi di NTB, yakni sekitar 7,9 persen. Akibatnya, Loteng masih belum bisa keluar dari status zona oranye penyebaran Covid-19. Kendati jika dilihat dari indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, Loteng sebenarnya sudah masuk zona kuning. Mengingat, hampir sebagian besar wilayahnya sudah status zona hijau.

Koordinator Surveilans Satgas Operasional Covid-19 Loteng, Edy Sahroji, Jumat (18/6) kemarin, mengatakan, sampai saat ini tercatat kasus aktif Covid-19 di Loteng sudah jauh menurun, tinggal sekitar 9 orang lagi. Yang jadi persoalan kemudian kasus kematian pasien Covid-19 yang masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya.

Iklan

Dimana saat ini tercatat jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Loteng sebanyak 71 orang. Dengan kasus aktif selama pandemi Covid-19 hanya sebanyak 919 kasus. Dengan 839 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara untuk bisa mencapai angka CFR yang aman diangka 4,6 persen sesuai standar provinsi atau 2,7 persen sesuai standar nasional, temuan kasus positif Covid-19 paling tidak diangka 2.700 kasus.

Angka CFR yang tinggi menunjukkan tingkat fatalitas atau potensi kematian pasien Covid-19 di Loteng itu tinggi, terangnya. Rasio tersebut bisa ditekan kalau temuan kasus Covid-19 di daerah ini bisa lebih banyak lagi.

Ada dua kemungkinan jumlah temuan kasus Covid-19 masih rendah. Pertama, karena memang penyebaran Covid-19 di Loteng sudah bisa dikendalikan atau dicegah. Kedua, bisa jadi karena memang tracking kasus Covid-19 belum maksimal dilakukan ditingkat bawah. Sehingga berdampak pada tingginya tingkat fatalitas kasus Covid-19. Dimana pasien Covid-19 baru ditemukan setelah kondisinya parah.

Syukur jika kemungkinan pertama yang terjadi. Tapi kalau kemungkinan kedua yang terjadi, itu sangat berbahaya. Karena kita tidak tahu sudah separah apa penyebaran Covid-19 di Loteng, sebutnya. Sehingga tracking penting untuk diperkuat. Supaya ada gambaran jelas sudah seperti apa penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Hal itu yang saat ini tengah coba dilakukan oleh tim surveilans Loteng. Bagaimana mengintensifkan tracking kasus Covid-19 dibawah. Dengan melakukan tes swab secara masif dilapangan. Semakin cepat kasus Covid-19 ditemukan, maka semakin cepat pula ditangani. Dengan begitu tingkat fatalitasnya bisa ditekan.

Dalam hal ini, tim surveilans melakukan tracking tidak hanya begitu ada temuan kasus positif dilapangan. Secara acak juga dilakukan, dengan menggandeng aparat kepolisian dan pemerintah desa. Bahkan saat ini pihaknya juga menggandeng dokter praktik dan bidan praktik mandiri yang ada di daerah ini.

Dimana jika ditemukan gejala yang mengarah Covid-19 pada pasien yang berkunjung, tim surveilans akan dikontak untuk melakukan tes swab terhadap pasien bersangkutan. Ini salah upaya kita untuk memperkuat tracking. Semua cara kita lakukan. Bahkan, kita saat ini tengah mempersiapkan tracking massal diseluruh wilayah Loteng, tandasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional