Angin Segar Setelah Pandemi

Ernanda. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Bagi para pengelola bisnis hotel di NTB, gelaran World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika pada 19-21 November 2021 benar-benar menjadi angin segar setelah dua tahun lesu akibat pandemi. Manfaat ekonomi WSBK sangat mereka rasakan. Begitu juga euforianya.

Ketua Perhimpunan General Manager Hotel atau Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Provinsi NTB, Ernanda mengatakan, okupansi (keterisian) hotel tak pernah sepenuh saat WSBK. “Rata – rata hotel terisi sampai 100 persen. tentu ini sangat membantu cash flow hotel dan restaurant yang selama hampir dua tahun terdampak pandemi,” katanya.

Iklan
Sejumlah pengunjung berada di restoran Siwa Cliffs Kuta Mandalika, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat, 5 November 2021.(ant/bali post)

Ernanda menyebut dampak ekonominya sangat positif. Tidak saja hotel dan restoran, rumah-rumah tinggal sewaan (home stay) di Lombok Tengah juga tak luput dari keuntungan ekonomi karena WSBK. Bahkan pada event ini, terjadi kenaikan tariff hotel. Demikian juga home stay. Namun semangat untuk menonton balapan ini tidak membuat wisatawan urung.

Ernanda mengatakan, dampak positifnya sangat besar terhadap ekonomi dan pariwisata. Hanya saja, okupansi hotel dan resort di gili gili yang tidak bisa seratus persen. “Memang masih disayangkan. Teman-teman di gili tidak merasakan maksimal dampak event WSBK ini,” ujarnya.

Karena itu, untuk gelaran MotoGP Maret 2022 nanti, ujar Ernanda, ia berharap transportasi gratis diperbanyak. Dan menjangkau destinasi wisata di Lombok Utara misalnya. Saat WSBK kemarin, tidak sedikit tamu yang harus menggunakan angkutan berbayar. Untuk itu, harus dipersiapkan lebih baik agar hotel dan restoran di gili bisa menikmatinya.

Ernanda menambahkan, penyelenggaraan balap motor di SIrkuit Mandalika menjadi pengungkit semangat bagi para pelaku perhotelan.

Diketahui karena pandemi, sejak tahun 2020 lalu okupansi (tingkat hunian hotel) jeblok. Tidak sedikit hotel sampai saat ini masih memilih tutup sementara. Sebut saja hotel dan restoran yang ada di Bali. Di NTB juga demikian.

Pesanan kamar hotel mengalir masuk jauh-jauh hari sebelum WSBK. sebagian besar dari tamu-tamu domestic. Karena tingginya permintaan, hotel-hotel menarik kembali SDM-SDM yang sempat dirumahkan karena dampak pandemi.

Ernanda berharap, keberadaan Sirkuit Mandalika ini diharapkan terus eksis menyelenggarakan kegiatan balap motor sekelas regional dan nasional, saat tidak diselenggaraknnya event MotoGP. Agar seluruh kegiatan usaha ikutannya tetap bergerak. “Untuk tuan rumah sport tourism, NTB sudah sangat siap,” demikian kesimpulannya. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional