Angin Puting Beliung Terjang Mataram, Atap Toko Terbang dan Dua Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Mobil yang tertimpa pohon tumbang akibat angin puting beliung yang menerjang Kota Mataram, Minggu, 15 November 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) -Angin puting beliung yang terjadi pada Minggu siang, 15 November 2020 mengakibatkan belasan pohon tumbang serta merusak rumah warga. Peristiwa itu menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta.
Hujan lebat disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Pohon besar di Jalan Sriwijaya menimpa dua kendaraan roda empat dan satu sepeda motor. Di lokasi berbeda atap rumah warga di Lingkungan Pesongoran, Kelurahan Pagutan Barat dan Lingkungan Karang Buaya,Kelurahan Pagutan Timur Kecamatan Mataram rusak parah. Sebagian besar kerusakan dipicu angin kencang merusak bagian atap rusak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ansor, warga Lingkungan Karang Buaya mengaku terbelalak melihat atap tokonya diterbangkan angin. Perlengkapan seperti satu set komputer, printer serta peralatan miliknya rusak. “Saya lagi makan di dapur. Tiba – tiba atap toko terbang,” kata Ansori ditemui, Minggu, 15 November 2020.
Dia belum menghitung total kerugian tapi ditaksiran kerusakan alat kerjanya mencapai Rp 15 juta. Ansori mengharapkan ada bantuan dari pemerintah.

Iklan

Kepala Lingkungan Karang Buaya, Muzakalah mengaku, belum mendata keseluruhan kerusakan rumah yang dipicu oleh angin puting beliung. Tetapi laporan diterima tercatat lima rumah warga rusak tersebar di RT 5, RT 6 dan RT 7.
“Belum kita inventaris keseluruhannya. Laporan baru saya terima ada tujuh rumah. Rata – rata atapnya semua rusak,” terangnya.

Rumah rusak yakni milik Ratnasih dan Mulyanto di RT 6. Ansori di RT 5 dan Hj. Umiati dan Heri di RT 7. Peristiwa ini segera dilaporkan ke kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram. Dia mengharapkan Pemkot Mataram memberikan bantuan kepada korban.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Mataram, Arif Rahman S.E., menerangkan, bencana angin puting beliung mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Sriwajaya, Jalan Dr. Soedjono Lingkar Selatan, Jalan Bung Karno serta titik lainnya. Selain itu, rumah warga di Lingkungan Pesongoran dan Karang Buaya rusak parah. Angin menerbangkan atap rumah milik warga.
“Di Jalan Sriwijaya dua mobil dan satu motor tertimpa. Alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa,” ungkapnya.

Pohon tumbang di Jalan Sriwijaya menimbulkan kemacetan. Aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan mengalihkan arus kendaraan. Untuk proses evakuasi pohon membutuhkan waktu dua hari. Pohon besar menutupi jalan sehingga menyulitkan petugas.

Terhadap korban puting beliuang diupayakan mendapatkan bantuan. “Pasti ada bantuan. Tapi kita lihat kondisi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Ruang Terbuka Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kurnia Mulyadi menambahkan, pihaknya membantu proses evakuasi pohon tumbang di beberapa titik di Kota Mataram.
Sejumlah personil dikerahkan membantu BPBD,TNI dan Polri memotong kayu yang menutupi ruas jalan. “Langsung petugas turun membantu memotong pohon,” tandasnya.
Proses perantingan rutin dilaksanakan tetapi angin kencang merusak struktur bagian bawah pohon. “Akarnya terangkat. Itu (pohon,red) usianya tidak terlalu tua,” demikian kata dia. (cem)