Angin Kencang Terjang NTB, Transportasi Laut Masih Normal

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia menyatakan angin kencang yang terjadi di daerah ini belum berpotensi mengganggu transportasi laut. Ketinggian gelombang yang masih berada di bawah 2 meter  masih dianggap  normal.

“Walau ada angin kencang, kalau di bawah 2 meter masih normal. Kalau sudah di atas 2 meter baru syahbandar di masing-masing pelabuhan harus cermat,” ujarnya, Selasa, 19 Desember 2017.

Iklan

Bayu menjelaskan kondisi gelombang dinilai membahayakan untuk penyeberangan pihak syahbandar bisa sesuai inisiatif sendiri melakukan penutupan. Sementara Dishub tidak memiliki wewenang untuk menutup atau membuka akses penyeberangan.

“Semuanya itu ada syahbandar yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pelayaran. Kita ndak berhak, yang berhak menutup membuka itu syahbandar. Itu sifatnya situasional setiap dermaga beda-beda. Bisa saja terjadi di Sape ada maklumat pelayaran, tapi di tempat lain normal-normal saja,” jelasnya.

Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang terjadi Selasa siang, 19 Desember 2017 juga mengakibatkan kerusakan pada ruang rapat di PDAM Giri Menang. Kepala PDAM Giri Menang, Lalu Ahmad Zaini membenarkan informasi tersebut. Dinding kaca yang berada di ruang rapat tersebut rusak diterpa angin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (ros)