Anggota TPI Diduga Lalai, Penumpang Silk Air Rute Singapura-Lombok Tertahan di LIA

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Kurniadie, langsung memberi sanksi Petugas TPI LIA, Minggu, 3 Februari 2019. Sanksi dijatuhkan menyusul terhambatnya pengurusan dokumen ke-Imigrasi-an penumpang di terminal kedatangan internasional. (Suara NTB/Imigrasi Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Lebih dari 100 penumpang Silk Air rute Singapura-Lombok, Minggu (3/2) kemarin tertahan di Lombok International Airport (LIA). Pemicunya, diduga kelalaian petugas Tempat Pemerikaan Imigrasi (TPI),  Mataram yang belum ada di tempat, sementara penumpang sudah antre menunggu petugas.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, peristiwa yang terjadi Minggu kemarin, diduga bukan yang pertama kali. Sebuah sumber menyebutkan, pada 26 Januari 2019 hal serupa juga terjadi. Penumpang terpaksa harus menunggu petugas yang belum tiba di tempat.

Iklan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Kurniadie yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu kemarin membenarkan, adanya keluhan penumpang Silk Air yang sempat tertahan beberapa saat akibat petugas Imigrasi belum ada di tempat. Dugaannya, anggota terlambat tiba di tempat tugas,  sehingga memengaruhi pelayanan keimigrasian wisatawan mancanegara.

“Saya langsung mengevaluasi anak buah yang bertugas di Lombok International Airport. Saya tidak ada kompromi untuk sanksi. Besok (hari ini) akan saya periksa semuanya,’’ tegas  Kurniadie. Sanksi diberikan kepada petugas Imigrasi yang seharusnya mengisi loket pemeriksaan ke-Imigrasi-an di LIA, Praya, Lombok Tengah pada Minggu, 3 Februari 2019.

Diakui Kurniadie bahwa akibat petugas terlambat tiba di tempat tugasnya, penumpang pesawat Silk Air penerbangan rute Singapura-Lombok tertahan. ‘’Itu sekitar lima belas menit. Setelah itu layanan sudah seperti biasa,’’ ucapnya.

Pagi itu sedianya ada enam petugas memberi pelayanan ke-Imigrasi-an untuk di kedatangan internasional LIA. Namun ketika penumpang tiba tidak segera diberi pelayanan. ‘’Selain sanksi fisik kita juga akan keluarkan hukuman disiplin. Jika ada unsur kesengajaan akan dimutasi dan akan saya non-job-kan,’’ tegasnya. (why)