Anggota Polisi Tewas Ditembak Rekannya

0
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di Komplek Perumahan Griya Madani Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong Kabupaten Lotim, Senin (25/10). (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Naas nasib Briptu HT alias M (26) anggota Seksi Humas Polres Lombok Timur (Lotim). Laki-laki ini ditemukan bersimbah darah di rumahnya komplek Perumahan Griya Madani Kelurahan Denggen Kecamatan Selong Kabupaten Lotim, Senin, 25 Oktober 2021. Diduga, M meregang nyawa setelah ditembak senjata laras panjang oleh rekan kerjanya sesama polisi berinisial MN (38).

Informasi dihimpun Suara NTB di TKP, Briptu M ditembak sekira pukul 11.00 Wita. Pagi harinya, korban yang sehari hari akrab dengan media ini sempat latihan bela diri. Ia kemudian pulang dengan maksud ganti pakaian. Namun beberapa saat kemudian, MN mendatangi rumah HT alias M dan menembak korban. Tetangga korban hanya mendengar suara ledakan yang dikira petasan biasa sehingga tidak merespons lebih lanjut.
Setelah beberapa jam kemudian baru diketahui HT alias M ditemukan oleh temannya dalam keadaan sudah tak bernyawa. Setelah menerima laporan, sekira pukul 15.50 Wita, Tim Forensik Polres Lotim pun langsung melakukan olah TKP di bawah Komando Kapolres AKBP Herman Suriyono hingga menjelang petang.

IKLAN

Korban sendiri langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Mataram. Wakapolda NTB Brigjen Pol Ruslan menyempatkan datang ke lokasi sekitar pukul 17.30 Wita.
Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono saat jumpa media mengakui kejadian kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota Polri terhadap rekan kerjanya. Pelaku ini sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. MN merupakan anggota Polsek Wanasaba.

Satreskrim Polres Lotim saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan korban ke RS Bhayangkara untuk proses visum. Saksi sudah dikumpulkan tiga orang. Jumlah saksi ini kata Kapolres, akan terus bertambah. Sedangkan barang bukti diamankan berupa satu pucuk senjata organik P2. Dua selongsong peluru. Satu HP (handphone) milik pelaku. HP keluarga istri pelaku juga diamankan. HP milik korban dan satu unit kendaraan roda dua milik pelaku.
Motif pelaku sampai sejauh ini masih dalam penyelidikan. ‘’Berikan kami waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami sedang memeriksa apa motifnya sehingga terjadi peristiwa penembakan,’’ katanya.

Adanya HP istri pelaku dimasukkan jadi barang bukti belum didalami polisi apakah motifnya ada berhubungan dengan asmara. ‘’Kita masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motifnya,’’ paparnya. Kapolres menegaskan, motif belum bisa dikatakan ada dugaan selingkuh. Termasuk apakah pelaku sengaja atau tidak sengaja melakukan penembakan.

Mengenai keberadaan senjata organik P2 digunakan kata Kapolres, diambil pelaku secara diam-diam di Mapolsek Wanasaba. Senjata organik itu merupakan senjata untuk pengamanan Kamtibmas di Polsek Wanasaba. ‘’Pelaku ini sedang piket dan diam-diam mengambil senjata dan datang ke rumah korban melakukan penembakan,’’ jelas Kapolres. Atas tindakannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dan juga hukuman kode etik. (rus)