Anggota DPRD NTB Protes Keras Iklan Festival Pesona Tambora

Mataram (Suara NTB) – Kalangan wakil rakyat di DPRD NTB melayangkan protes keras atas pemuatan iklan sosialisasi Festival Pesona Tambora yang diterbitkan di salah satu media nasional belum lama ini. Sebab, foto yang dijadikan ikon pada iklan tersebut, bukan kawah Gunung Tambora, melainkan diduga danau di Gunung Kelimutu yang berada di NTT.

Salah seorang anggota DPRD NTB dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, ST, mengaku cukup kaget melihat iklan sosialisasi Festival Pesona Tambora itu. Maka dari itu, ia selaku wakil rakyat mempertanyakan hal tersebut dan sekaligus memprotes iklan itu.

Iklan

“Kita protes itu, itu jelas foto Danau Kelimutu, NTT, siapapun yang mengerti gunung pasti bisa membedakan, mengenalinya, itu gunung apa. Bahkan orang bisa paham itu gunung mana dari lekukan gunung itu sendiri. Ya yang endak ngerti gunung mungkin bisa. Sudah sangat jelas sekali itu bukan Tambora,” ujar Johan.

Johan bahkan menyindir instansi terkait yang bertanggungjawab langsung dalam kegiatan festival Pesona Tambora itu. Menurutnya, jika kekeliruan tersebut disebabkan oleh instansi tersebut, karena tidak memiliki foto kawah Gunung Tambora, maka ia siap akan memberikannya.

“Kalau ndak ada foto kenapa ndak minta ke saya, saya akan berikan, sehingga jangan alasannya tidak ada foto. Bahkan dulu saya pernah berikan Dirjen Pemasaran foto Danau Segara Anak, Gunung Rinjani,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 30 Maret 2017.

Gunung Tambora, memiliki daya tarik, karena merupakan bagian dari sejarah dunia. Sehingga ia memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Maka dari itu ia mengusulkan agar dibuatkan suatu museum Tambora. Oleh karena itu, yang paling ditonjolkan dalam festival Tambora tersebut adalah nilai warisan sejarahnya.

“Mau jualan tapi ndak ngerti barang jualannya.  Gunung itu punya ciri khas, jangan tulis namanya saja, orang sudah tahu itu gunung apa,” ujarnya.

Selain Johan, anggota DPRD NTB lainnya seperti anggota Komisi III DPRD NTB, Noerdin H. M. Jacub, Ketua Fraksi Partai Demokrat, H. MNS Kasdiono, SH, dan Ketua Fraksi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II yang membidangi pariwisata, H. Hamja juga turut melayangkan protesnya.

“Kita menunjukkan gambar gunung lain. Ini bisa diprotes loh sama Pemda NTT,” ujar Hamja.

Selain para wakil rakyat di Udayana, protes juga datang dari para pelaku pariwisata serta masyarakat NTB umumnya. Protes-protes bernada sindiran sangat ramai dilayangkan oleh masyarakat NTB melalui media sosial Facebook. Mereka mengunggah foto potongan iklan tersebut sembari memberikan komentar-komentar menyindir.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, L. Moh. Faozal yang dikonfirmasi suarantb.com menjelaskan, iklan tersebut merupakan order langsung dari Kementerian Pariwisata pada media yang bersangkutan. Proses pemuatan iklan juga dilakukan tanpa  konsultasi terlebih dulu dengan Dispar NTB.

“Iklan itu ordernya Kemenpar langsung ke media itu. Tanpa melalui kroscek dulu gambar itu ke kita, mereka browsing di internet. Tapi besok sudah mau diganti,  diterbitkan juga permintaan maafnya,” jawab Faozal, Rabu, 29 Maret 2017.

Meski menimbulkan kegaduhan, Faozal menyatakan terima kasihnya pada Kemenpar yang telah memberikan dukungan melalui iklan tersebut.

“Itu bentuk dukungan Kemenpar untuk Festival Tambora. Memangnya yang protes-protes itu mau kerja untuk Tambora? Kalau mau ya silakan,” semprotnya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional