Anggota DPRD NTB Dukung Kenaikan Harga Rokok

Mataram (suarantb.com) – Wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus mendapat dukungan dari kalangan DPRD NTB. Ketua Komisi V DPRD NTB, Dra. Hj Wartiah,M.Pd mengatakan hal tersebut sebagai bagian dari upaya menyehatkan masyarakat.

Wartiah mengatakan, pemerintah tentu tidak serta merta mengambil kebijakan tanpa dilandasi alasan yang kuat. “Ya kita hargai, kan lebih banyak bahayanya merokok daripada manfaatnya,” ujarnya kepada suarantb.com, Jumat, 26 Agustus 2016.

Iklan

Ketua DPW PPP NTB inipun menilai selama ini sudah terlalu banyak penyakit yang diderita masyarakat yang dipicu oleh kebiasaan merokok. Untuk itu, langkah menaikkan harga bisa menjadi strategi meminimalisir penyakit yang disebabkan oleh rokok.

“Kan kita bicara nasib rakyat. Dan yang paling aneh, iklan rokok, sudah tahu bahaya masih laris,” katanya.

Terkait dengan keluhan petani yang menyebut kenaikan harga rokok akan menghilangkan mata pencaharian mereka, menurut Wartiah, setiap kebijakan pasti memiliki sisi baik dan buruk. Namun yang  jauh lebih utama adalah  meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Saya kira setiap kebijakan ada pro dan kontranya. Saya juga baru membaca kalau petani mengeluhkannya. Ya, yang paling penting kan kesehatan masyarakat NTB. Inikan kita bicara tentang nasib Manusia. Keuntungannya kan jauh lebih seeikit daripada kerugian yang dihasilkan” ujarnya.

Pemerintah harus  memberikan edukasi kepada  petani tembakau agar mendayagunakan tanah yang selama ini menjadi lahan produksi tembakau agar dialihfungsikan untuk produksi pertanian yang lain.”Ya kan bisa di alihkan untuk tanaman lain. Seperti Sumbawa kan sudah dilirik untuk pertanian jagung,” ungkapnya.

Strategi pemerintah menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus akan sangat efektif mengurangi jumlah perokok.

“Biar saja dinaikkan. Kan mengurangi Keinginan orang untuk merokok. Kan tidak terjangkau nantinya. Kita bicara tentang nasib manusia ini. Mau bilang apa sekarang kan faktanya,” katanya. (ast)

  Bertambah 23 Kasus Baru dan 14 Pasien Sembuh, Total Positif Covid-19 di NTB Capai 891 Orang