Anggota DPRD Lotim Polisikan Mantan Suami

Anggota DPRD Lotim, Hj. Cahya Suryani saat mendatangi Polres Lotim untuk melaporkan pencemaran nama baik yang ditujukan terhadap dirinya. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Cahya Suryani,SE melaporkan mantan suaminya, Ahmad Zulyadaen ke Polres Lotim, Selasa,  28 Mei 2019 siang. Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran ITE. Selain mantan suaminya tersebut, politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini juga melaporkan kuasa hukum suaminya, Ari Suandi, sahabatnya Nurhayati dan Hilman yang menyebarkan pemberitaannya di media sosial..

“Laporan ini Tentang pelanggaran Nomor 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 3 junto pasal 45 ayat 1 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Keberadaan atas pemberitaan yang dilakukan oleh Zulyadaen beserta kuasa hukumnya Ari Suandi,” terang, Iskandar dkk kuasa hukum dari Hj. Cahya Suryani kepada wartawan di Mapolres Lotim.

Iklan

Menurutnya, informasi terkait perselingkuhan yang dilakukan oleh kliennya tidaklah benar, hal itu dikarenakan tidak adanya bukti-bukti yang dapat ditunjukkan. Sementara selama ini tidak ada putusan yang mengatakan jika kliennya melakukan perselingkuhan sebagaimana yang dituduhkan. Atas dasar tersebut, katanya, itulah yang menjadi dasar laporan pencemaran nama baik dai penyalahgunaan ITE sebagaimana yang dilaporkannya. “Termasuk dari Badan Kehormatan (BK) juga belum ada putusan apa-apa,”ujarnya.

Diketahui sebelumnya, salah satu anggota DPRD Kabupaten Lotim, dari partai Nasional Demokrat (Nasdem), Hj. Cahya Suryani, SE, dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Lotim. Yang bersangkutan dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik sebagai anggota aktif di DPRD Lotim. Pelapor sendiri, Ahmad Zulyadaen yang merupakan mantan suami dari Hj. Cahya Suryani.

Dalam laporan itu, Hj. Cahya Suryani melanggar kode etik yang dimaksud dalam pasal 163 peraturan DPRD Lotim Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Tata Tertib DPRD Lotim pasal 2 dan 3 peraturan DPRD Lotim nomor 2 tahun 2018 tentang kode etik DPRD Lotim, yang dilakukan oleh Hj. Cahya Suryani, alamat Tibu Belo Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru.

Menurut kuasa hukum pelapor, Ari Suandi,SH dan Akhmad Aminullah,SH, kronologis kejadian, bahwa antara Ahmad Zulyadaen, SH dan Hj. Cahya Suryani merupakan suami istri yang sah menikah secara syariat Islam pada hari Senin, 12 April 1999 dengan wali nikah, H. Umar Sanusi yang merupakan orang tua dari Hj. Cahya Suryani sesuai akta nikah/duplikat kutipan akta nikah nomor: 34/34/1999 tanggal 12 April 1999 bertempat di rumah Hj. Marhama yang merupakan ibunda dari Ahmad Zulyadaen.

Dalam kasus ini, Ahmad Zulyadaen menduga istrinya telah melakukan perselingkuhan/perzinahan dengan R, asal Dusun Letok Desa Rumbuk Timur Kecamatan Sakra yang terjadi sejak bulan Mei 2018. Di mana pada saat itu keduanya sama-sama menjadi tim pemenangan calon gubernur, H. M. Suhaili FT – H. Muh. Amin.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Lotim, Mustayib, mengaku belum mendapat laporan maupun pengaduan tersebut. Namun pihaknya akan melakukan pengecekan ke bagian Sekretariat DPRD Lotim apakah laporan tersebut sudah masuk atau belum. Apabila sudah masuk, maka akan langsung dipelajari untuk pengambilan langkah selanjutnya. “Belum kami terima laporan itu. Coba nanti kami cek di bagian sekretariat apakah sudah masuk apa belum,” ujarnya.

Sementara, Hj. Cahya Suryani yang dikonfirmasi bahwa bukti perceraian dan statusnya sebagai janda sudah jelas dan semuanya sedang diproses di Pengadilan Agama Selong atas gugatan cerai yang dilakukannya beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, diakuinya bahwa dirinya sudah ditelepon oleh BK DPRD Lotim dan tidak bisa dibuktikan karena dirinya sudah sangat jelas bercerai 11 bulan yang lalu. “Silahkan dibuktikan laporannya. Saya sudah bercerai dan sedang di proses di Pengadilan Agama,”terangnya.

Hj. Cahya Suryani mengaku dirinya memiliki surat keterangan dari desa yang dipegang jika ia selaku wakil rakyat sebelum menikah lagi berstatus janda. Maka dari itu, ia merasa jika hal tersebut tidak semestinya dipersoalkan kembali karena semuanya sudah jelas. (yon)