Anggota DPRD Kota Mataram Pesimis Proyek Selesai Tepat Waktu

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., mengaku pesimis kalau proyek-proyek yang sedang dikerjakan Pemkot Mataram, bakal rampung pada Desember nanti.

‘’Kenapa saya pesimis, karena kita berhitung dengan kondisi sekarang ini. Kembali kita dengan logika berpikir, dengan keadaan sekarang cuaca, kemudian batas akhir penyelesaian semua infrastruktur sampai dengan 16 Desember,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Senin, 7 November 2016.

Iklan

Ia juga mengingatkan pihak pelaksana jangan hanya asal bekerja dengan menggunakan sisa waktu yang sempit. Sehingga kualitas atau mutu dari proyek itu tidak baik. Syamsul memastikan, antara waktu yang tersisa dengan kualitas proyek, sangat berkorelasi. Kalau dipaksakan, jelas, proyek-proyek itu akan diselesaikan dengan pola kejar tayang.

Ia mencontohkan, pembetonan yang seharusnya dibuka dalam 14 hari, tapi karena waktu yang terbatas, terpaksa dibuka sebelum waktunya. Kondisi ini akan berpengaruh pada rancangan struktur bangunan itu sendiri. ‘’Ini yang saya katakana, teman-teman eksekutif juga harus banyak belajar dari daerah lain. Dengan keadaan waktu, melihat desain tata bangunan yang akan dikerjakan,’’ katanya.

Sehingga, corak dari kota ini menjadi jelas. ‘’Karena kita ingin memulai sesuatu yang baru. Bukan saja mulai dari tata ruang tapi, tata desai. Sehingga, setiap daerah memiliki karakter yang jelas,’’ pungkasnya. Sehingga, orang yang masuk ke daerah ini, dapat mengenal Mataram dengan mudah. Apalagi dengan kondisi saat ini, ada proyek yang sedang menunggu masa sanggah, adapula proyek yang sedang dikerjakan.

Melihat jadwal dari pekerjaan itu, sisa waktu yang ada tidak memungkinkan bagi rekanan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai harapan. Poltisi Nasdem ini menyayangkan masih adanya kebiasaan eksekutif mengeksekusi program di penghujung tahun anggaran. Tidak hanya Dewan, katanya, Walikota Mataram pun telah mengingatkan SKPD agar program yang sangat urgen segera dilaksanakan.

Padahal, lanjut Syamsul, Dewan telah menetapkan anggaran sebelum tahun anggaran bersangkutan berjalan. Proyek molor, kata Syamsul akan memberi pengaruh kurang baik terhadap kehadiran investor di Mataram. ‘’Mungkin saja perputaran perekonomiannya menjadi lambat. Sehingga orang kalau mau berinvestasi di sini, pasti berhitung dari segala halnya. Termasuk yang begini-gini,’’ pungkasnya. (fit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here