Anggota Bhayangkari Jadi Korban Penikaman, Pelaku Digiring ke Bima

Ivan Roland Cristofel. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Salah seorang anggota Bhayangkari Polres Dompu, tewas ditikam. Ia Intan Komalasari (53) asal Kelurahan Bali. Insiden yang membuatnya menderita luka tusuk pada bagian jatung dan bahu itu, terjadi pada Senin 21 Desember Pukul 19.15 Wita. Pelaku tidak lain merupakan tetangganya sendiri, yakni Fr (33).

Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Ivan Roland Cristofel, S.TK, dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 22 Desember 2020 membenarkan adanya insiden penikaman istri mantan anggota polri tersebut.

Kejadian itu berawal dari pertengkaran pelaku dengan saudaranya. Saat hendak dilerai oleh M Rifki Aulia dan M Rio Aryo Bimo, Fr bukannya tenang tetapi justru mengejar keduanya dengan sebilah belati. Tak berhasil, pelaku lantas melampiaskan emosinya pada anggota Bhayangkari yang merupakan ibu dari M Rifki Aulia.

Akibatnya, korban menderita luka tusuk pada rusuk hingga menembus jantung dan bahu bagian kiri. “Sempat dilarikan ke rumah sakit, namun korban tak berhasil diselamatkan karena banyak kehabisan darah akibat dua luka tusukan yang mengenai jantung,” terangnya.

Usai aksi sadisnya terhadap istri mantan Kasatreskrim Polres Dompu, Fr yang merupakan residivis kasus serupa langsung berusaha melarikan diri. Namun kepungan warga membuatnya tak bisa menghindar hingga harus memilih Masjid Nurul Huda sebagai tempat persembunyian.

Dalam suasana itu, lanjut Ivan Roland Cristofel, tak ada warga yang berani mendekat lantaran pelaku masih mempersenjatai diri dengan belati. Namun beruntung, Tim Puma Satreskrim dan jajaran TNI sigap merespon informasi warga hingga akhirnya berhasil mengevakuasi pelaku. “Untuk mengantisipasi reaksi warga, tadi malam kami kerahkan anggota di rumah pelaku untuk pengamanan. Bahkan kami berikan pemahaman, kalau rumah itu dibakar maka perumahan lain di sekitarnya akan ikut terbakar,” jelasnya.

Belum diketahui pasti apa motif dibalik percekcokan Fr dengan saudaranya, termasuk alasan penikaman terhadap anggota Bhayangkari hingga meregang nyawa. Sementara ini, pelaku digiring ke Mapolres Bima Kota untuk mengantisipasi pergerakan massa di daerah. Karena tidak menutup kemungkinan muncul aksi balas dendam pasca pemakaman.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan dua bilah belati sebagai barang bukti penganiayaan berat yang dilakukan. “Kalau situasi sudah landai, tidak ada gejolak baru pelaku kita tarik untuk kemudian diambil keterangan,” pungkasnya. (jun)