Anggaran Terbatas, Ribuan Guru Honor SD dan SMP Bakal Gigit Jari

Praya (Suara NTB) – Dari sekitar 3 ribu lebih guru honor SD dan SMP yang rencananya bakal diberikan SK pengakuan dari Bupati Lombok Tengah (Loteng) hanya setengahnya saja yang kemungkinan akan memperoleh SK tahun ini. Sisanya dipastikan harus gigit jari, karena terbatasnya anggaran yang dimiliki Pemkab Loteng untuk membayar honor.

“Kita punya anggaran untuk honor guru honorer SD dan SMP hanya sekitar Rp 2 miliar. Itu artinya, kemungkinan hanya setengah dari total guru honorer yang ada di daerah ini yang bisa diberikan SK pengakuan dari Bupati Loteng,” aku Ketua Komisi IV DPRD Loteng, L. Supriadi, S.Pd.

Iklan

Sisanya, diharapkan bisa diberikan SK pengakuan Bupati Loteng tahun depan. Itu pun jika anggaran daerah memungkinkan. “Untuk bisa mengakomdir semua guru honor yang ada, kita butuh anggaran paling tidak Rp 4 miliar. Sementara anggaran yang tersedia hanya setengah saja,” terangnya.

Namun, untuk menentukan guru honorer penerima SK pengakuan Bupati Loteng, akan ada seleksi cukup ketat. Dengan kata lain, guru honorer yang bisa memperoleh SK pengakuan Bupati Loteng benar-benar yang sudah memenuhi kriteria yang ditentukan.

‘’Ini saja dengan anggaran yang ada, kemungkinan para guru honorer SD dan SMP tersebut hanya akan menerima honor sebesar Rp 100 ribu per bulan. Jauh dari kata layak, jika dibandingkan dengan beban tugas dan tanggung jawab para guru honorer tersebut,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos, M.Si., menjelaskan, SK yang akan diberikan kepada guru honorer SD san SMP tersebut bukan SK pengangkatan sebagai guru honorer daerah. Tetapi hanya SK pengakuan saja. Karena setelah PP 48 tahun 2005 keluar, pemerintah daerah tidak dibolehkan mengangkat tenaga honor, baik itu tenaga honor administrasi maupun guru honor. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here