Anggaran SKPD Lambat Terancam Dialihkan

Giri Menang (Suara NTB) – Ketergantungan anggaran Pemkab Lombok Barat (Lobar) terhadap pemerintah pusat masih sangat besar. Dari Rp 1,6 triliun APBD Lobar hampir 85 persen berasal dari pusat. Sementara pendapatan asli daerah hanya 15 persen.

‘’Besarnya ketergantungan ini menyebabkan Pemda mesti lebih meningkatkan kinerjanya mengeksekusi anggaran pusat, terutama DAK. Sebab  jika tidak mampu merealisasikan, maka pemda mesti menanggung konsekuensi anggaran ini dipangkas, seperti halnya ancaman pusat saat ini,’’ tegas Sekda Lobar H. Moh. Taufiq, akhir pekan kemarin.

Iklan

Di samping itu, ujarnya, pemda mesti menggenjot pendapatan daerah agar ketergantungan anggaran terhadap pusat bisa sedikit demi sedikit dikurangi.  Untuk mengurangi ketergantungan ini, maka pemda melalui SKPD harus memiliki inovasi bagaimana menggejot PAD dan tidak hanya statis dengan kondisi saat ini.

Diakuinya, jika anggaran pusat dipangkas 10 persen saja, maka akan sangat vatal bagi daerah ini. Ia juga mengaku khawatir jika anggaran DAU dipangkas sangat besar pengaruhnya bagi daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua Sulhan Mukhlis mengkritisi SKPD yang lelet eksekusi anggaran. Pihaknya susah sering menyampaikan ke eksekutif, jika DAK bisa ditarik, sebab dana ini adalah dana pusat. Untuk itu, SKPD harus cepat mengeksekusi.

“Kita akan evaluasi di APBD perubahan, SKPD yang tak bisa eksekusi akan dialihkan anggarannya yang sudah jelas bisa eksekusi anggaran,’’ ujarnya.

Politisi asal Kediri ini melihat, SKPD terlalu santai dalam upaya mengeksekusi anggaran. Untuk itu, kepala daerah perlu mengambil sikap tegas atau menegur keras dan memberikan deadline waktu bagi SKPD agar kerjanya terukur.

Terkait ketergantungan anggaran daerah terhadap pusat ini, tidak terlalu dipersoalkan, pasalnya ada dana bagi hasil bagi daerah di pusat. Namun demikian SKPD dituntut agar memperkuat lobi ke pusat. Di samping itu SKPD perlu melakukan inovasi untuk meningkatkan PAD. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here