Anggaran Penanganan Bencana Lotim Tersisa Rp400 Juta

Ilustrasi Anggaran (ant/bali post)

Selong (Suara NTB) – Anggaran penanganan bencana di Lombok Timur (Lotim) makin menipis. Saat ini tersisa hanya Rp400 juta. Sementara itu musibah masih saja terjadi. Terakhir angin puting beliung yang merusak rumah warga di Desa Batunampar Selatan Kecamatan Jerowaru.

“Anggaran kita makin menipis, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini,” ungkap Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy saat diwawancara, Senin, 30 November 2020.

Menurutnya, cuaca terus menerus berubah. Dampaknya begitu besar bagi masayrakat. Dalam penanganan bencana, Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dibentuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim cukup cepat bergerak. Ketika terjadi bencana, langsung bertindak terjun ke lapangan.

Diketahui belakangan ini, musibah angin puting beliung beberapa kali terjadi di Lotim. Sebelum di Batunampar, angin kencang ini juga merusak puluhan rumah warga di wilayah Kecamatan Montong Gading.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Toni Satria Wibawa berdasarkan laporan dari kepala wilayah di Montong Gading ada 70 unit rumah yang rusak, Pringgajurang 50 unit. Tim dari BPBD ini langsung bergerak dan melakukan kegiatan bersih-bersih. Muncul lagi musibah serupa di Batunampar Selatan yang juga merusak puluhan unit rumah warga. Tim sudah bergerak cepat melakukan penanganan.

Diterangkan Toni, sebagai daerah yang rawan bencana, Lotim sudah memiliki Peta wilayah-wilayah yang berisiko. Semua sudah terangkum dalam Peta Risiko Bencana  (PRG). Rencana strategis penanganan bencana juga sudah dipersiapkan. Tinggal diperbarui terus PRG tersebut.

Bicara soal anggaran penanganan, khusus BPBD dialokasikan dalam APBD Rp 10,8 miliar. Anggaran sebelumnya lebih besar karena masih bergabung dengan pemadam kebaran. Mulai tahun 2021 mendatang, BPBD pecah dua. Anggaran Dinas Pemadam Kebakaran sendiri Rp 3,5 miliar. (rus)