Anggaran Nihil, Tim Enggan Jaga Pasar Panglima

Mataram (Suara NTB) – Rencana Pemkot Mataram membangun posko tim terpadu di Pasar Panglima Cakranegara hanya sebatas wacana. Nihilnya anggaran dinilai sebagai penyebab tidak adanya penjagaan oleh petugas.

Pantuan Suara NTB, Kamis 17 Agustus 2017 malam tak ada posko apalagi petugas berjaga di lokasi tersebut. Terlihat beberapa pria duduk di atas kendaraannya. Sementara di bawah cahaya lampu redup perempuan berpakaian mini berdiri di sebuah lorong. Sebagian lagi duduk sambil menghisap sebatang rokok di lapak persis berdekatan dengan Kantor Pos.

Iklan

Pasar Panglima (dulu, Pasar Beras) dikenal sebagai lokalisasi terselubung di Kota Mataram. Transaksi hingga eksekusi dilakukan di tempat itu dengan menyewa kamar milik warga. Praktik ini justru tak bisa disembuhkan.

Kasat Pol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar menjelaskan, sejauh ini belum ada instruksi untuk melakukan pengawasan terhadap dugaan praktik prostitusi di Pasar Panglima. Apakah kewenangan pengamanan diserahkan ke Pol PP atau ke Linmas.

Menurutnya, kewenangan pengamanan diserahkan ke kecamatan dan kelurahan. Karena masing – masing memiliki Linmas. Pihaknya hanya sifatnya memback up.

“Jangan salah lho Linmas tugasnya sampai penertiban kos yang didampingi Babinsa dan Bhabinkantibmas,” kata Chaerul.

Chaerul membantah jika tim terpadu belum menjaga karena tidak ada anggaran. Pengamanan di Pasar Panglima diambil alih Dinas Perdagangan dengan alasan melakukan penataan. “Ada ndak ada anggaran kita tetap patroli kok,” jawabnya.

Ia mengakui transaksi prostitusi di Pasar Panglima masih terjadi. Pelakunya merupakan orang lama dan sebagian pemain baru. Masyarakat setempat kata Chaerul, sebenarnya mendukung agar lokasi itu ditertibkan supaya tidak mengganggu citra lingkungan setempat. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional