Anggaran Makan-minum SKPD di Lobar Tembus Rp 23 Miliar

Giri Menang (Suara NTB) – Anggaran makan-minum di semua jajaran SKPD di Lombok Barat (Lobar) menembus Rp 23 miliar tiap tahunnya. Sesuai arah kebijakan tahun ini, sebagian besar anggaran makan-minum di SKPD ini akan berupaya diarahkan untuk memberdayakan masyarakat. Artinya kebutuhan makan dan minum SKPD ini dipenuhi dari produk lokal. Dengan penerapan program ini, maka anggaran SKPD akan beredar di Lobar sehingga memberikan spirit effect bagi para pengusaha kecil di Lobar.

“Kalau kita lihat belanja makan dan minum dalam satu tahun hampir Rp 23 miliar, seluruhnya termasuk kegiatan besar di semua SKPD. Tapi yang bisa disentuh saat ini ditargetkan Rp 15 miliar belanja makan-minum SKPD ini bisa diarahkan dari produk lokal,” jelas Kepala Bappeda Lobar, Dr. H. Baehaqi, Kamis, 6 April 2017.

Iklan

Baehaqi menyatakan semua produk yang berpotensi berkembang bakal dibina, seperti air aren. Menurutnya semua produk akan diarahkan bagaimana bisa dibeli oleh pemda melalui kebijakan bupati, hal ini untuk membantu pengembangan usaha mereka. Pemda telah menyusun perbup mengatur kebutuhan makan-minum SKPD sehari-hari ini bisa diserap dari produk lokal.  Perbup ini, jelasnya, segera ditandatangani oleh bupati, paling lambat bulan ini, sehingga bisa mulai bulan Mei atau Juni. Untuk program ini akan dikoordinasikan dengan PKK dan Dharma Wanita.

Melalui penerapan program ini, jelasnya, tentu belanja makan-minum SKPD yang jumlahnya mencapai Rp 23 miliar bisa beredar di Lobar, meski tidak bisa semua, namun minimal ditarget Rp 15 miliar bisa diarahkan membeli kebutuhan dari produk lokal. Hal ini, jelasnya, memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan di daerah.”Kalau Rp 15 miliar bisa diarahkan ke produk lokal maka tentu sebagian besar dana itu beredar di Lobar,’’ jelasnya.

Penerapannya nanti jelas Baehaqi, makan-minum bisa dipesan di pengusaha lokal penjual nasi. Ikannya bisa dipesan di Sekotong, kalau menggunakan makanan ringan dan makanan basah bisa dibeli di Kediri. Tentu program ini ada yang mengkoordinir, nanti bisa koperasi wanita dilibatkan atas koordinasi PKK dan Dharma Wanita. Nanti koperasi bisa mengumpulkan makanan lalu disalurkan ke SKPD. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here