Anggaran Dipangkas, Penanganan Sampah Tidak Optimal

Ilustrasi sampah (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Penanganan sampah di Sumbawa Barat, terancam  mandek dan tidak optimal. Sebab anggaran yang seharusnya untuk menambah armada pengangkut sampah terpangkas untuk penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19).  Kondisi ini mengakibatkan KSB yang ditargetkan bebas sampah di tahun 2023 terancam molor.

“Untuk tahun ini kita sudah anggarkan untuk pembelian dua unit truk dan 15 kendaraan roda tiga, tetapi karena tidak ada anggaran terpaksa kita tunda hingga tahun depan,” ungkap Kepala Dinas LH melalui Kabid Pengolahan Sampah dan pengawasan limbah B3, Dedi Damhudi SP., M.Si, kepada Suara NTB, Rabu, 17 Juni 2020. Padahal  sarana yang ditaksir mencapai Rp500 juta tersebut sangat penting bagi penunjang penanganan sampah di masyarakat.

Iklan

Diakuinya, penanganan masalah sampah di KSB sampai saat ini dianggap masih belum maksimal lantaran ketersediaan sarana penunjang masih sangat terbatas. Ditambah lagi dengan kondisi yang terjadi saat ini sehingga penanganan sampah semakin tidak bisa maksimal. Jika dilihat lagi, dukungan anggaran untuk Bidang tersebut juga sangat terbatas. Karena dalam satu tahun hanya Rp400 juta dan itupun kembali terpangkas akibat penanganan covid-19.

“Kalau kita boleh jujur armada kita sudah termakan usia semua dan tidak layak. Sehingga butuh tambahan armada baru supaya penanganan sampah juga maksimal,” sebutnya. Tetapi karena pandemi covid-19 akhirnya apa yang direncanakan juga ikut terbengkalai.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan berupaya untuk mencari jalan keluar terbaik supaya tidak banyak sampah yang terbuang sembarangan. Salah satunya dengan menggiatkan program bank sampah yang ada di masing-masing desa. Hal ini dilakukan supaya sampah yang dihasilkan setiap hari tidak akan langsung terbuang begitu saja melainkan ada pemilihan sampah terlebih dahulu. Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan desa untuk bisa dibantu untuk penanganan sampah di desa masing-masing.

“Kita tetap akan berupaya mencari jalan keluar terbaik terhadap persoalan sampah ini baik itu dengan pola sosialisasi maupun bank sampah. Karena jika kita hanya menunggu sarana lengkap juga tidak bisa memberikan hasil yang baik,” tukasnya. (ils)