Anggaran di NTB Difokuskan Tangani Covid-19

H.Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Bencana non alam Covid-19 menyebabkan perencanaan Pemda dalam APBD 2020 banyak yang tidak jalan. Selain dilakukan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh Kementerian Keuangan. Pemda juga diminta melakukan realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Corona.

Pemprov NTB sendiri telah melakukan realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Corona dari komponen belanja langsung sebesar Rp926 miliar. Tak berhenti pada realokasi dan refocusing anggaran, Kementerian Keuangan juga melakukan penyesuaian alokasi dana  Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk NTB yang mencapai Rp3,04 triliun. Pemprov NTB kena penyesuaian dana transfer sebesar Rp1,2 triliun.

Iklan

‘’Refocusing itu sudah berhenti berpikir target-target apa, indikator dan lain sebagainya. Fokus sekarang tangani Covid-19,’’ kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si ketika dikonfirmasi mengenai dampak pemangkasan dana transfer terhadap pelaksanaan program dan kegiatan untuk mengejar target RPJMD tahun 2020 di Mataram, Senin, 11 Mei 2020 kemarin.

Akibat berkurangnya anggaran, Pemda akan menyesuaikan lagi program dan kegiatan. Karena berkurangnya pendapatan baik yang bersumber dari dana transfer dan pendapatan asli daerah (PAD) maka akan berpengaruh terhadap belanja. Artinya, ketika pendapatan bermasalah maka belanja untuk program dan kegiatan juga harus disesuaikan.

‘’Kita harus bersikap realistis juga. Pendapatan negara, devisa berkurang. Sehingga selain berkurangnya devisa negara, kemudian negara melakukan pengaturan-pengaturan untuk penanganan Civid-19 dari sesuatu belum direncanakan. Sehingga terjadi perubahan kebijakan,’’ katanya.

Sekda belum mendapatkan informasi pemangkasan dana transfer sebesar Rp1,2 triliun untuk NTB. Ia mengatakan, akibat Covid-19, pendapatan daerah terkoreksi sebesar Rp412 miliar. Yang berasal dari dana transfer pusat dan PAD. ‘’Sehingga dengan terkoreksinya pendapatan, maka belanja juga harus dirasionalisasi,’’ ucapnya.

Khusus untuk penanganan Corona, Sekda mengatakan Pemprov sudah melakukan realokasi dan refocusing anggaran sebesar Rp926 miliar. Anggaran yang dialihkan untuk belanja tak terduga (BTT) tersebut dialokasikan untuk tiga sektor prioritas dalam penanganan dampak Corona. Yakni, sektor kesehatan dalam penanganan pandemi Corona, stimulus ekonomi dan jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang.

Berdasarkan data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB per 30 April 2020,  total dana transfer dan dana desa yang dipangkas untuk Pemprov dan 10 Pemda kabupaten/kota di NTB sebesar Rp3,04 triliun. Dari pagu awal sebesar Rp16,3 triliun, dana transfer dan dana desa berkurang menjadi Rp13,2 triliun lebih.

Pemda yang dana transfernya dipangkas paling besar adalah Pemprov NTB sebesar Rp1,2 triliun. Dari pagu awal Rp3,8 triliun berkurang menjadi Rp2,6 triliun. Dengan rincian, Dana Alokasi Umum (DAU), pagu awal sebesar Rp1,6 triliun berkurang menjadi Rp1,4 triliun lebih.

Kemudian DAK Non Fisik, pagu awal sebesar Rp1,2 triliun berkurang menjadi Rp229 miliar lebih. Selanjutnya, Dana Insentif Daerah (DID), pagu awal sebesar Rp43 miliar lebih berkurang menjadi Rp39 miliar lebih. Selain itu, DAK Fisik pagu awal sebesar Rp416 miliar lebih berkurang menjadi Rp357 miliar lebih. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here