Anggaran DAK Kota Mataram Terancam Ditarik Pusat

Pusat kerajinan mutiara atau Mataram Craft Center di Kelurahan Pagesangan rencananya akan ditata tahun ini. Namun, dokumen lelang belum diserahkan ke Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa. Jika pekerjaan belum terkontrak sampai 31 Agustus, maka anggaran terancam ditarik. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sampai akhir bulan Juli belum dilelang. Anggaran terancam akan ditarik jika pekerjaan belum terkontrak hingga 31 Agustus mendatang.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPSE) Kota Mataram tanggal 29 Juli pukul 16.10 Wita, paket pekerjaan yang bersumber dari DAK yang telah dilelang yakni pembangunan kios kuliner di destinasi Taman Hiburan Loang Baloq senilai Rp2 miliar. Pengadaan mobil ambulance transport Rp487,5 juta. Rehabilitasi jaringan irigasi Rp4,4 miliar. Pemeliharaan berkala atau rehabilitasi jalan hotmix paket I senilai Rp2,3 miliar. Pengadaan alat tangkap ikan ramah lingkungan Rp349,9 juta. Dan, pengadaan heart rate variability (HRV) test Rp390 juta.

Iklan

Sedangkan, penataan atau perbaikan Mataram Craft Center senilai Rp2,4 miliar sampai saat ini belum dilelang.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, Multazam menyampaikan, pekerjaan DAK yang belum dilelang disebabkan organisasi perangkat daerah (OPD) menunggu rencana kegiatan yang dimasukkan melalui aplikasi. Pemerintah pusat mengembalikan anggaran DAK sekitar Rp17 miliar lebih. OPD teknis yang anggarannya dikembalikan diminta mengupayakan sebelum tanggal 31 Agustus sudah dikontrak. “Kita terus berkoordinasi dengan OPD untuk segera mengajukan dokumennya,” kata Multazam dikonfirmasi, Rabu, 29 Juli 2020.

Pekerjaan yang telah diekspose yakni dua item pekerjaan fisik milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Dan, penataan MCC milik Dinas Koperasi, Perindustrian dan Usaha Mikro Kecil Menengah. Setelah ekspose di hadapan tim asistensi dari Kejaksaan, penataan pusat oleh-oleh emas-mutiara di Kelurahan Pagesangan belum dilelang.

Menurut Multazam, dokumen yang masuk selalu dievaluasi secara menyeluruh dari tim pendamping. Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan OPD harus segera mengajukan dokumen agar DAK tidak ditarik kembali. “Kalau belum terkontrak sampai 31 Agustus anggaran akan menguap atau ditarik lagi,” pungkasnya.

  Perizinan Jalur Online di Mataram Minim Peminat

Untuk mempercepat proses pengadaan lanjutnya, OPD telah diarahkan segera berkoordinasi dengan pokja pengadaan sembari melengkapi dokumen lelang. Akan tetapi, dia melihat rata – rata OPD telah menyiapkan dokumen untuk segera diajukan tender. Sementara, pekerjaan lain yang bersumber dari DAK seperti di Dinas Pertanian dikerjakan dengan sistem swakelola atau penunjukan langsung. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here