Andalusia Kandaskan Mimpi Buzz Bozz A

Mataram (Suara NTB) – Alcatraz Andalusia menghentikan langkah Buzz Bozz A di babak 16 besar turnamen futsal Suara NTB Cup 2017. Pertarungan sengit memperebutkan posisi delapan besar tersebut dimenangkan Andalusia dengan skor 2-1 dalam laga di Gelanggang Pemuda Mataram, Rabu, 27 Desember 2017.

Naas bagi anak asuh Coach Yadin Black, awal babak pertama Agung sudah dihadiahi kartu kuning, karena menjegal kaki pemain lawan. Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Chairul mencoba peruntungan dengan tendangan dari tengah lapangan ke gawang Buzz Bozz, tapi meleset. Beruntung, tendangan lurus Ali menjebol gawang lawan. Skor 1-0 untuk Andalusia.

Iklan

Kekalahan Buzz Bozz A melawan Fimsquads dalam laga sebelumnya membuat Buzz Bozz main kian beringas. Irawan dan Donil getol menyerang gawang Andalusia, masih gagal. Suasana semakin memanas dengan aksi saling jegal kaki dan tarik-menarik baju antar pemain.

Tendangan bebas Nabil yang disambut Yoga gagal mencetak angka. Akumulasi enam pelanggaran Buzz Bozz A menjadi hadiah penalti untuk Andalusia, tapi tembakan Ali melenceng.

Tendangan Fiqih di awal babak kedua melambung terlalu tinggi, gawang Buzz Bozz selamat. Kesempatan datang saat area depan gawang lowong, dengan sontekan pendek dan lurus, tendangan Fiqih berhasil melewati pertahanan kiper Buzz Bozz. Gol kedua untuk Andalusia.

Usaha Rizky dan kawan-kawan untuk menambah angka hingga akhir babak kedua tak berbuah manis. Hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, skor tetap 2-1 untuk Andalusia.

Pencetak gol Andalusia, Muhamad Fiqih Alwi ditemui usai pertandingan mengaku belum puas dengan hasil pertandingan tersebut. Meski timnya lolos ke babak delapan besar.

“Masih belum puas, finishing tim kita lebih lemah. Di sana juga mainnya keras jadi buat ngegol juga belum ada. Terus kurang memaksimalkan peluang lah,” katanya.

Baru pertama kali main di NTB, pemain futsal asal Sidoarjo ini mengaku terkejut dengan perkembangan futsal di NTB. Ia mengatakan permainan lawan cukup bagus, selama pertandingan ia merasakan tekanan yang diakuinya sangat melatih mentalnya.

“Pertandingan tadi Andalusia Alcatraz lawan Buzz Bozz cukup keras. Saya juga suka lebih ada tekanan, jadi kita latihan mental juga,” akunya. Ditanya tentang targetnya pada turnamen ini, Fiqih berharap bisa membawa timnya jadi juara.

Selain antara Andalusia dan Buzz Bozz A, ada delapan pertandingan lain yang juga digelar pada hari itu. Pertandingan antara ASH Pasifik dan Gebang FC, ASH Pasifik unggul 5-0. Fimsquad juga berhasil mengalahkan Buzz Bozz B dengan skor 2-0. PDAM meneruskan dominasinya dengan mematahkan perlawanan Marco FC dengan skor 5-1.

Sementara itu, Polres Mataram takluk oleh Pubel FC dengan skor 0-3. Patelki Mataram juga harus tunduk oleh Alcatraz A dengan skor 1-7. BPN FC juga berhasil mengalahkan CFC Calcio dengan skor 5-1. Laga terakhir antara Kubota A melawan Orangiro, setelah melalui adu penalti Kubota A unggul dengan 5-3. (ros)