Ancaman Istri Oknum Polisi Soal Dugaan Perselingkuhan dengan Anggota DPRD Kota Bima

Kota Bima (Suara NTB) – FT, istri oknum anggota Polres Bima Kota yang menjadi korban dugaan perselingkuhan sang suami dengan oknum anggota DPRD Kota Bima berinisial Slv, mengaku akan melaporkan kasus ini ke kepolisian dan DPRD Kota Bima.

“Soal ini akan saya bersama keluarga akan laporkan kepada instansinya masing-masing,” ujar FT.

Iklan

FT pun menuturkan kronologis kejadian hingga terungkapnya dugaan perselingkuhan ini. Ia awalnya mengaku curiga dengan sikap suaminya dalam beberapa bulan terakhir. Sang suami jarang pulang ke rumah. Ia juga kerap menonaktifkan telepon seluler pribadinya.

Puncaknya, pada Minggu, 9 April 2017, FT bersama anaknya mencari suaminya tersebut. Mulai dari rumah mertua, hingga tempat jaga, seperti yang diberitahukan saat izin keluar rumah.

“Namun hasilnya nihil. Suami saya tidak berada di dua tempat ini. Teleponnya juga dinonaktifkan,” ujarnya.

Merasa ada yang aneh, Ia pun berusaha mencari. Tepat di perumahan di kawasan Sonco Tengge, anak perempuannya melihat motor bapaknya tersebut, yang tengah terparkir di depan halaman rumah itu. Saat itu ia juga langsung menelpon mertuanya.

“Setiba mertua di lokasi, pintu kamar depan langsung diketuk kami tapi tidak ada jawaban,” ujarnya.

Selang beberapa menit, suaminya membuka pintu. Bahkan saat itu menariknya masuk ke dalam rumah. Sehingga dirinya langsung mengecek dan mendapati seorang perempuan inisial Slv, yang diketahui oknum anggota DPRD Kota Bima.

Ketua DPRD Kota Fery Sofyan, dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 10 April 2017 mengaku mengetahui kabar soal kejadian tersebut. Hanya saja dirinya baru mendengar dan belum menerima laporan resmi dari pihak terkait.

Dia mengakui, sebagai lembaga pihaknya akan mengakomodir semua dinamika yang ada. Termasuk ada pihak yang ingin melapor, terkait fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Harus dibuktikan apalagi ini masalah privasi, menyangkut nama baik orang,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya menyerahkan dan mempercayakan sepenunya kepada Badan Kehormatan (BK) untuk bekerja secara konstruktif dan profesional membuktikan laporan tersebut ada atau tidaknya.

“Kalaupun terbukti kita akan proses secara konstitusional. Seperti apa prosesnya kita serahkan kepada BK. Kami pimpinan dan anggota dewan tidak bisa memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi,” katanya.

Sementara Kapolres Bima Kota, AKBP Ahmad Nurman S.ik, mengaku hal tersebut masih berupa dugaan. Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu sesuai fakta-fakta yang terjadi dari para saksi yang akan dipanggil.

“Setelah itu kita akan lakukan penindakan terhadap anggota sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya,” katanya.

Berdasarkan laporan resmi istri oknum Polisi yang diterima pihaknya, oknum polisi yang diketahui identitasnya itu pergi main ke rumah seseorang. Namun terkait apa yang terjadi belum diketahui.

Masalah ini masih diproses. Istri oknum anggota polisi itu telah melapor secara resmi, dan dan kita akan telusuri,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here