ANBK SD Gelombang Kedua Diyakini Bisa Berjalan Baik

0
Purni Susanto

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SD sederajat gelombang I telah dialksanakan dari Senin (15/11) sampai dengan Kamis (18/11). Pelaksanaan ANBK SD gelombang I berjalan relatif lancar. Hal ini membuat panitia meyakini ANBK SD gelombang II pada Senin (22/11) sampai dengan Kamis (25/11) juga bisa berjalan dengan baik.

Sekretaris Panitia Wilayah Asesmen Nasional tahun 2021 Dinas Dikbud Provinsi NTB, Purni Susanto pada Kamis (18/11) mengatakan, sejauh ini persiapan ANBK SD gelombang kedua pada pekan depan berjalan dengan baik. “Teman-teman di lapangan sudah menyiapkan semuanya secara maksimal,” ujarnya.

IKLAN

Purni juga menekankan, berdasarkan pengalaman minggu ini, pelaksanaan ANBK jenjang SD relatif aman dan lancar meski ada kejadian kejadian kecil di lapangan. “Namun secara umum kami nilai cukup baik,” ujar Purni.

Salah satu kendala yang sempat muncul yaitu pada pelaksanaan ANBK SD Rabu (17/11), awalnya berjalan lancar. Namun pada sesi kedua, tiba-tiba komputer proktor banyak yang berubah menjadi mode offline. Kejadian serupa tidak hanya terjadi di satu atau dua sekolah, tetapi di banyak sekolah, bahkan di beberapa daerah.

“Wabah ‘offline’ tersebut cukup membuat proktor panik karena peserta ANBK banyak yang masih dalam proses pengerjaan soal-soal. Syukurnya kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Ada beberapa proktor yang mencoba mengatasi dengan cara log out dan kemudian log in kembali. Ternyata berhasil. Alhamdulillah, masalah yang muncul tiba-tiba dapat diatasi dengan baik,” jelas Purni.

Terkait kejadian ini, Purni mengatakan, panitia pusat juga memberikan arahan terkait dengan gangguan tersebut, tidak ada penambahan waktu aktif untuk token tes. Sebagai penggantinya, satuan pendidikan yang terkendala dapat memilih salah satu dari dua pilihan, yaitu bagi satuan pendidikan yang ingin melanjutkan tes dapat melanjutkan pada gelombang 4 hari Rabu (24/11). Sementara bagi satuan pendidikan yang mengulang tes, dapat berpartisipasi pada tes penjadwalan ulang, hari Rabu (1/12).

Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.

Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, pemetaan mutu yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya.

Terkait asesmen nasional, semua sekolah wajib ikut, baik sekolah negeri maupun swasta. Sementara yang akan dipilih acak yaitu siswa sebagai peserta asesmen. Untuk jenjang SD diikuti oleh siswa kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang, dan lima orang cadangan. (ron)