ANBK Diharapkan Jadi Acuan Pemetaan Mutu

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Hj. Sabariah (berdiri, kiri) saat melakukan pemantauan ANBK di SDN 27 Ampenan, Selasa16 November 2021.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) SD sedejarat diharapkan bisa menjadi acuan pemetaan mutu yang lebih terarah. Hal ini penting untuk menentukan arah kebijakan pendidikan ke depan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Hj. Sabariah pada Selasa, 16 November 2021 mengatakan, pihaknya berharap bahwa hasil ANBK nantinya sebagai acuan pemetaan mutu pendidkan yang lebih terarah untuk menentukan arah kebijakan ke depan. “Terutama berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan secara nasional,” ujarnya.

Iklan

ANBK SD gelombang I dilaksanakan mulai Senin (15/11) sampai dengan Kamis (18/11), dan Gelombang II pada Senin (22/11) sampai dengan Kamis (25/11). Sabariah mengatakan, pelaksanaan ANBK jenjang SD sederajat di Mataram sampai dengan hari kedua berjalan lancar, termasuk tidak ada gangguan jaringan internet.

“Alhamdulillah pelaksanaan ANBK tingkat SD yang pelaksanaan sejak kemarin (Senin) berjalan lancar. Termasuk jaringan internet tidak ada gangguan sama sekali. Anak-anak juga lebih lancar menjawab soal kuisioner ANBK dibandingkan saat gladi beberapa minggu yang lalu,” jelas Sabariah.

Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin menyampaikan, total 176 SD sedejarat di Kota Mataram mengikuti ANBK SD tahun 2021 ini. Diakuinya, rata-rata SD di Kota Mataram tidak memiliki sarana yang lengkap untuk ANBK.

Namun, ANBK tidak mensyaratkan standar sarana dengan spesifikasi tinggi seperti saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu, pihak SD lebih mudah menyiasatinya dengan menggunakan laptop dari guru, ada juga yang meminjam sarana ke SMP.

Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, pemetaan mutu yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya.

Terkait asesmen nasional, semua sekolah wajib ikut, baik sekolah negeri maupun swasta. Sementara yang akan dipilih acak yaitu siswa sebagai peserta asesmen. Untuk jenjang SD diikuti oleh siswa kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang, dan lima orang cadangan. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional