Anak PAUD Almansuri Lebih Banyak Belajar Daring

Suasana belajar tatap muka anak-anak PAUD Almansuri NW, Praya, Kamis, 29 April 2021. Anak PAUD ini lebih banyak belajar daring ketimbang tatap muka.(Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Penyesuaian dilakukan lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun informal selama bulan Ramadhan. Lembaga PAUD Almansuri NW, yang terletak di Praya, Lombok Tengah (Loteng), misalnya, hanya membelajarkan para muridnya selama dua hari dalam seminggu.

“Selebihnya mereka lebih banyak belajar dalam jaringan (daring),” ungkap Pembina PAUD Almansuri NW, Loteng, Amrillah, M.Sos.

Iklan

PAUD yang telah berdiri sejak tahun 2015 itu menjadikan kombinasi model pembelajaran Daring dan tatap muka. Meski dalam praktiknya lebih banyak waktu mereka untuk belajar Daring.

“Kita merasa harus ada kombinasi model mereka belajar. Karena di satu sisi kita khawatir kesehatan mereka, di samping itu juga kita memberikan atensi terhadap aspek pengetahuan mereka. Sehingga kita kombinasikan antara tatap muka dan Daring,” ujarnya.

Lebih jauh dosen IAIH Anjani ini menguraikan jika PUAD yang kini mempunyai sekitar 45 murid itu hanya masuk tatap muka selama dua hari saja dengan durasi belajar dipersingkat hanya menjadi satu jam saja. “Aktivitas murid PAUD masuk selama Ramadhan dua hari seminggu dengan durasi belajar satu jam perhari,” sambungnya.

Padahal di hari normal, para murid belajar setiap hari dengan durasi sebanyak dua jam. Dimulai dari jam 08.00-10.00 Wita. Sedangkan saat ini mereka mulai masuk jam 08.00-09.00 Wita. “Sisanya mereka belajar daring,” terang Amrillah.

Ditanya mengenai strategi belajar daring bagi para murid PAUD yang tergolong belum memahami cara mengoperasikan android, Amrillah mengaku jika koordinasi antara pihaknya dengan orang tua murid sangat intensif.

Mereka dibuatkan grup WA khusus yang memungkinkan orang tua mengakses seluruh arahan untuk belajar Daring. Misalnya para murid diminta guru mereka untuk membuat tugas, maka peran penting orang tua mengawal tugas anak-anaknya sangat dibutuhkan.

“Ada grup WA dipandu wali murid ada tugas menggambar yang harus dikumpulkan pada saat tatap muka. Tugas menghafal lagu-lagu nasional dan islami,” sambungnya.

Dengan pola belajar seperti ini, semua aspek penting pembelajaran mampu tersampaikan. Termasuk pula seluruh indikator belajar para murid. Adapun saat belajar tatap muka, selama Ramadhan ini mereka dikenalkan dengan bacaan Iqro’. Baru kemudian setelah itu masuk ke inti pelajaran. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional