Anak Kembar Otaki Pencurian Tutup Drainase KBC

Kapolresta Mataram Heri Wahyudi (kanan) memperhatikan pelaku yang memeragakan modus operandi pencurian tutup besi drainase Kawasan Bisnis Cakranegara, Senin (13/9). (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Trotoar Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) banyak ompong. Tutup besi drainasenya hilang karena dicuri. Empat pelakunya sudah ditangkap. Termasuk anak kembar kerap menarik parkir di sana. Pencurian ini dilakukan sejak Agustus lalu.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menerangkan, sebanyak 57 tutup besi drainase di sepanjang Jalan Pejanggik, Cakranegara ini raib. “Tutup besinya dibongkar, ditimbang lalu dijual,” ujarnya, didampingi Kasatreskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa. Kejadian paling terkini pada Sabtu, 11 September 2021 lalu. Pelakunya langsung teridentifikasi berkat rekaman CCTV. Ternyata pelakunya anak kembar yang tinggal di Lingkungan Kampung Jawa, Cakranegara Barat, Cakranegara, Mataram. “Mereka adik kakak,” sebutnya.

Iklan

Pelaku yang masih berumur 15 tahun ini, R dan Z ini saling bergantian mencopot tutup besi baja tulen yang beratnya hingga 50 kg ini. Mereka yang sehari-hari menarik parkir di lokasi itu paham situasi. Aksi itu dilakukan pada pukul 03.00 Wita dini hari. “Yang diakui mereka baru 12 tutup,” kata Heri. Tutup besi cetakan khusus standar internasional antikarat ini kemudian dijual ke tukang loak barang-barang bekas.

Dari 12 tutup besi ini, R dan Z yang dibantu temannya, B (19), meraup uang Rp1,9 juta. Tukang loak, M (52) membayar Rp3.500 per kilogramnya. “Besi ini lalu dijual lagi ke Surabaya,” ucap Heri. Sementara yang masih tersisa sebanyak enam tutup disita sebagai barang bukti. Pelaku lapangan, R, Z, dan B membagi rata uang hasil menjual tutup besi drainase itu.  Uangnya dipakai untuk foya-foya. “Dipakai beli sabu juga judi slot,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, didapati sebanyak 57 tutup besi drainase yang dicuri. Diduga ada komplotan lain yang juga beraksi menggunakan modus yang sama. “Itu pengakuan pelaku. Kita coba kembangkan lagi,” tambah Heri. Kadis Perumahan dan Permukiman Kota Mataram Nazaruddin Fikri menjelaskan, pencurian ini bukan peristiwa baru. Sebelumnya ada 18 titik tutup drainase yang kecurian. Setelah diganti, tutup besi ini dicuri lagi. “Sesuai dengan pendataan kami dari Agustus ada 57 titik yang hilang sehingga kerugiannya Rp57 juta,” urainya.

Untuk penanganannya, untuk sementara dipasangi penutup seadanya agar tidak ada korban. Untuk penggantiannya sudah diajukan perbaikan melalui APBD-P tahun 2021. “Belum tahu berapa anggarannya. Nanti saja tunggu diketok (DPRD),” ucapnya. Pelaku B membuat pengakuan. Dia bersama adiknya dan teman kampungnya bukan satu-satunya kelompok pencuri tutup drainase itu. Dia mengaku jatah tutup drainase yang hendak dia curi saat itu, sudah jadi buruan kelompok lain. “Orang itu saya tegur. Setelah itu saya yang bongkar,” bebernya. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional