AMNT Janjikan Program Pelatihan Terlaksana Tahun Ini

Agus Patria. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Rencana PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk memberikan dana corporate social responsibility (CSR) menjadi perhatian Pemprov NTB. Pasalnya, program pelatihan yang akan didanai melalui CSR tersebut merupakan kompensasi perpanjangan kontrak pegawai yang tidak dilakukan.

“Mereka akan mulai melakukan pelatihan-pelatihan. Belum ada info (lokasi pelatihan, red), karena mereka yang akan adakan, tapi mereka sudah pastikan tahun ini,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Agus Patria, Minggu, 8 Maret 2020. Diterangkan Agus pihaknya telah mengusulkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di bawah tanggung jawab Pemprov NTB. Untuk itu telah disiapkan juga jumlah dan jenis pelatihan yang dibutuhkan.

Iklan

“Kita sudah susun kira-kira apa saja tenaga yang dibutuhkan. Karena mereka (PT. AMNT, red) memang (akan) konsern (memberikan pelatihan) di bidang pariwisata,” ujar Agus. Walaupun begitu, jenis dan jumlah peserta pelatihan diserahkan sepenuhnya pada kebijakan perusahaan. “Karena itu tergantung jumlah CSR mereka,” sambungnya. Di sisi lain, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada diharapkan menyusul proposal permohonan kerja sama untuk CSR yang ditawarkan PT. AMNT. Dengan begitu, Disnakertrans NTB berharap ada lebih banyak model dan jenis pelatihan yang akan diberikan.

“Kita ajukan saja usul-usul itu, nanti mereka yang menentukan di mana dan bentuknya apa,” ujar Agus. LPK swasta yang ada diharapkan segera mengirimkan proposal pelatihan tersebut. “Dalam waktu dekat Insya Allah tindak lanjut dari apa yang mereka sampaikan, kita akan minta penjelasannya lagi,” ujarnya. CSR untuk pelatihan dari PT. AMNT sendiri sebelumnya menyasar masyarakat untuk memiliki kemampuan di bidang kepariwisataan dan industri penunjang lainnya.

Pemprov NTB melalui Disnakertrans akan menyusun regulasi dan pengawasan sehingga program tersebut benar-benar terwujud. Rencana penyaluran CSR dalam bentuk pelatihan tersebut diungkapkan PT. AMNT dalam mediasi dengan Disnakertrans NTB perihal perpanjangan kontrak pekerja perusahaan yang tidak diperpanjang. CSR sendiri disebut akan mewujudkannya dalam bentuk pelatihan Bina Nusantara yang telah dijalankan sejak beberapa tahun belakangan.

Walaupun begitu, menurut Agus pemerintah daerah lebih mengharapkan agar dana bantuan ditunjukkan untuk pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di NTB. “Jadi dari CSR yang akan mereka keluarkan itu untuk kepentingan masyarakat. Nanti kita kontrol, karena ini yang mereka (PT. AMNT, Red) janjikan untuk masyarakat,” ujar Agus. (bay)