Amankan Tramadol, Polisi Dapat Perlawanan Warga

Dompu (Suara NTB) – Anggota Satresnarkoba Polres Dompu bersama BPOM Mataram mengamankan 50 strip tramadol di Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai, Rabu, 10 Mei 2017 lalu. Tramadol ini diketahui milik Dw, warga setempat, namun saat operasi berlangsung polisi mendapat perlawanan warga.

Kasat Narkoba Polres Dompu, Iptu Adhar, S.Sos melalui Paur Humas, Aiptu Moh Saihun mengatakan, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang dilaporkan masyarakat, bahwa Dw diduga sering memperjualbelikan barang berbahaya ini. “Kita kemudian melakukan penggerebekan  bersama BPOM Mataram,” katanya kepada wartawan di Mapolres Dompu, Jumat, 12 Mei 2017.

Iklan

Meski Dw tidak mengantongi izin edar tramadol, namun sayangnya warga setempat malah mendukung aktivitas melanggar hukum tersebut. Bahkan mereka berusaha melawan polisi yang hendak menggiring  Dw, terlebih warga dari kelompok pemuda dan orang tua ini tak menghiraukan arahan penegak hukum. “Mereka melempar rumah atau TKP dan meneriaki polisi agar jangan menangkap pengedar tramadol, silakan tangkap pengedar sabu dan oknum polisi yang memiliki dan mengedarkan sabu-sabu,” ujarnya.

Situasi yang sempat memanas lantaran ulah para warga ini tak lama berhasil diredam Kasatnarkoba, Iptu Adhar, S. Sos.. Hanya saja mereka tetap bersikukuh meminta polisi tidak menggiring Dw. Melainkan hanya boleh mengamankan bukti tramadol yang ditemukan.

Atas permintaan warga dan melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk menggiring paksa Dw polisi akhirnya batal membawanya ke Polres Dompu, tetapi diserahkan langsung penanganananya pada Babinkamtibmas setempat. Sementara barang buktinya disita dan diamankan BPOM Mataram berikut uang hasil penjualan tramdol senilai Rp 512 ribu. “Dw tidak dibawa ke Polres Dompu, tetapi diamankan dan diperiksa oleh babin Kelurahan Simpasai,” jelasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here