Amankan Harga Gabah, Bulog Bima Jemput Bola

Sawaludin Susanto. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Memasuki musim panen Gabah di Bulan Maret tahun  2021 Perum Bulog Cabang Bima sudah turun ke lapangan guna mengamankan harga gabah untuk memupuk cadangan pangan untuk stok nasional. Tahun 2021 Perum Bulog Cabang Bima mempunyai target menyerap hasil panen petani sejumlah 29.000 ton setara beras atau 49.000 ton setara Gabah.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Bima Sawaludin Susanto, SH., kepada Suara NTB, Jumat, 12 Maret 2021 menyampaikan sampai dengan tanggal 10 Maret 2021 Perum Bulog Cabang Bima sudah menyerap 1.023 ton Gabah petani. Disampaikannya panen belum mulai banyak. Tapi Bulog Bima sudah turun terus ke lapangan untuk serap Gabah. Jika sudah panen raya petani tidak usah khawatir masalah harga Bulog siap membeli sesuai Permendag yaitu Rp5.300/kg GKG di depan gudang Bulog atau yang GKP 4.200/Kg selama yang penting kualitas sesuai.

Iklan

Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 24 tahun 2020 tentang penetapan harga pembelian pemerintah untuk gabah atau beras HPP Gabah atau Beras  ditetapkan, harga pembelian gabah kering panen dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% (dua puluh lima persen) dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% sebesar Rp4.200 per kilogram di petani atau Rp4.250 per kilogram di penggilingan.

Harga pembelian gabah kering giling dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 3% sebesar Rp5.250 per kilogram di penggilingan atau Rp5.300 per kilogram di gudang Perum Bulog. Dan harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14%, butir patah paling tinggi 20%, kadar menir paling tinggi 2%, dan derajat sosoh paling sedikit 95% sebesar Rp8.300 per kilogram di gudang Perum Bulog.

Anto juga menyampaikan petani perlu memperhatikan waktu panennya. Supaya jangan panen terlalu dini. Tunggu padi semua menguning baru panen supaya tidak banyak butir hijau. Karena butir hijau ini akan jadi biji kapur dan broken nanti setelah digiling dan membuat kualitas beras tidak bagus. Dimana titik – titik panen, Bulog bersama mitra kerja pengadaan terus menjemput bola.

“Kita akan pastikan hasil panen tahun ini mampu mencukupi stok nasional. Kita optimis Bulog Cabang Bima terus bisa menjadi penyangga stok pangan nasional dan siap mensuplai kebutuhan provinsi di luar NTB,” demikian Anto. Sementara itu, untuk regional wilayah NTB, seperti disampaikan Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis seperti disampaikan sebelumnya. Tahun 2021 ini, target serapan beras dari Wilayah NTB 120.000 ton. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional