Amankan Harga, Bulog Sumbawa Mulai Serap Gabah Petani

Kabulog Sumbawa, Kurnia Rahmawati saat turun lapangan mengecek penyerapan gabah petani.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Satuan Kerja (Satker) pengadaan gabah/beras Perum Bulog Kantor Cabang Sumbawa mulai melakukan penyerapan gabah  di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Penyerapan gabah ini langsung ke tingkat petani dalam rangka mengamankan harga sesuai dengan ketentuan.

Kepala Perum Bulog Kancab Sumbawa, Kurnia Rahmawati, S.TP membenarkan mulai dilakukannya penyerapan gabah ini. Khusus di Kabupaten Sumbawa, penyerapan gabah sudah dilakukan di Gudang Lopok sebanyak 458.500 kg Gabah Kering Giling (GKG). Selain itu juga akan ada pemasukan GKG di Gudang Alas. “Insya Allah hari ini (Senin red) sudah ada pemasukan GKG di Gudang Alas. Gabah ini berasal dari  hasil panen padi di Desa Marente dan sekitarnya serta dari Brang Rea KSB,” ujarnya, Senin, 22 Februari 2021.

Iklan

Selain di Kabupaten Sumbawa, jelasnya, pihaknya juga melakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di beberapa wilayah di wilayah KSB, Minggu, 21 Februari 2021. Seperti di Desa Sapugara Bree, Seloto, Taliwang dan Lamuntet. Sementara ini sudah terserap di Desa Sapugara Bree 3.000 kg, Desa Seloto 5.500 kg, dan Taliwang 1.460 kg. Sedangkan di Desa Lamuntet rencananya pekan depan akan dilakukan panen bersama dengan instansi terkait, sekaligus sosialisasi terkait harga dan kualitas dalam Permendag Nomor 24 tahun 2020. “Jumlah penyerapan gabah kering panen di Desa Sapugara Bree, Taliwang dan Seloto masih angka sementara. Karena  sampai saat ini masih proses penimbangan. Kami akan update segera setelah selesai penimbangan di lapangan,” ungkapnya.

Terhadap harga pembelian, diakuinya sesuai dengan Permendag Nomor 24 Tahun 2020. Yakni Kadar air maksimal 25 % dan kadar hampa maksimal 10% dengan harga Rp. 4.200/kg. Pihaknya berharap dengan kehadiran Bulog dapat memberikan rasa optimis kepada petani. Karena semua gabah akan bisa diserap sesuai harga dan kualitas yang telah ditentukan. Sehingga para petani tidak perlu panik dan khawatir serta melakukan panen muda  hanya untuk mengejar harga.(ind)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional