Alternatif Wisata Pendukung WSBK, Pokdarwis Santong Siapkan “Santong Waterfall Kingdom”, Wisata Berbasis Konservasi

Ketua Pokdarwis PAS, Malkam Hadi, menunjuk salah satu air terjun saat melakukan ekspedisi di hutan Santong. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Sebagai desa yang memiliki harta biota yang melimpah, Santong pantas disebut surga tersembunyi. Bagaimana tidak, Lebih dari 30 air terjun menjadi tirai di hampir setiap sudut desa, belum lagi tiga tipe hutan tropis yang menjadi rumah bagi berbagai keanekaragaman hayati, ratusan jenis anggrek, ratusan populasi rusa, dan berbagai jenis flora dan fauna endemik lainnya.

Melihat potensi yang dimiliki desanya, para pemuda yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pesona Alam Santong (PAS) kemudian mengambil langkah dan berkeinginan membentuk desanya menjadi kerajaan air terjun di Kabupaten Lombok Utara (KLU) atau bahkan di NTB. Karena satu-satunya desa dengan panorama air terjun melimpah. Bahkan air terjun tertinggi di Lombok Tiu Sekeper ada di Santong dengan ketinggian 113 meter.

Iklan

“Air terjun di desa kami tersebar mulai dari di dataran rendah pedesaan hingga kawasan hutan. Lebih dari 30 jumlahnya, mulai dari Tiu Bombong di dekat DAM Santong, hingga Sampur Arung, di ketinggian hutan,” ujar Ketua Pokdarwis PAS, Malkam Hadi, saat diwawancara media, Senin, 27 September 2021.

Menyiapkan konsep “Santong Waterfall Kingdom” Malkam dan pihaknya sedang berkonsentrasi membenahi Air Terjun Tiu Prabu yang merupakan air terjun pembuka (pintu masuk) menuju puluhan air terjun di tengah hutan Santong. Ia dan koleganya, terlihat sedang membuat area camping ground sebagai tempat berkemah di samping air terjun Tiu Prabu dan sedang mendirikan tenda sebagai pos di Lembah Galuh, suatu tempat yang dikelilingi belasan air terjun.

“Mengeksplorasi air terjun di sini, tidak cukup hanya sehari, oleh karena itu kami akan siapkan camping ground di sini agar mengunjungi air terjun bukan hanya sekedar mandi, tapi ada aktivitas edukasi,” jelasnya.

Malkam juga menegaskan, aktivitas pariwisata di Santong berbasis edukasi dan konservasi. Ia menyatakan dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan reboisasi di sepadan sungai dan hutan agar habitat asli hutan dan kejernihan air dapat terjaga. Karena air merupakan sumber kehidupan di hutan mereka.

“Dalam waktu dekat kita akan tanam ratusan pohon Matoa di sempadan sungai ini, untuk menjaga kualitas airnya. Pariwisata kita tidak boleh sembarangan, harus berbasis edukasi dan konservasi, senang boleh tapi merusak jangan,” papar Malkam tegas.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) KLU Aenal Yakin, mengapresiasi kinerja pihak pokdarwis PAS. Di tengah lesunya pariwisata pokdarwis PAS bersemangat untuk berbenah. Menurut Aenal, Pokdarwis PAS adalah pokdarwis yang masih aktif dari sekitar 70 pokdarwis di KLU.

“Kami mengapresiasi semangat kawan-kawan ini. Sekitar 70 pokdarwis yang terdaftar hanya beberapa saja yang masih aktif yang lain tinggal nama,” jelas Aenal.

Menurut Aenal, konsep yang ditawarkan Pokdarwis PAS merupakan langkah yang tepat, dan bisa saja menjadi wisata alternatif, terutama untuk menyambut perhelatan World Superbike (WSBK) yang akan segera dihelat di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah tersebut. Ia terlihat sangat mendukung konsep yang ditawarkan Pokdarwis PAS.

“Konsep kawan-kawan ini bagus, ini bisa jadi salah satu alternatif wisata ketika nanti balapan WSBK digelar, jadi tamu-tamu nanti bisa liburan ke air terjun di Santong,” papar Aenal.

Selain itu, wisata hutan dan air terjun juga merupakan wisata yang pas untuk berlibur di masa pandemi. Berlibur ke pantai dan ke tempat keramaian merupakan hal yang dihindari di masa pandemi, sehingga menurutnya, penting alternatif wisata seperti ini sebagai solusi di tengah pandemi.

“Kalau di hutan dan air terjun kan jarang ada yang berkerumun, ini salah satu solusi kita saat pandemi. Wisata harus kita pulihkan, salah satunya dengan hal ini,” tutur Aenal.

Selain air terjun, Malkam juga menuturkan potensi Santong sebagai lokasi wisata untuk aktivitas Bushcrafting (bertahan hidup di alam liar). Santong memiliki banyak tumbuh-tumbuhan di tengah hutan yang dapat dimakan, seperti pakis, jamir dan berbagai dedaunan lainnya. Banyak pohon buah yang juga marak tumbuh liar di dalam hutan santong yang bisa dijadikan sumber kehidupan bagi para pecinta survival rimba. (Dispar)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional