Alot, Pemilihan Pimpinan AKD DPRD Loteng

Praya (Suara NTB) – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dengan agenda pemilihan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Jumat, 7 April 2017 berjalan alot. Bahkan, jalan rapat sampai harus diskor (tunda) sampai tiga kali, karena tingkat kehadiran anggota dewan tidak kunjung memenuhi kuorum.

Rapat sedianya dimulai pukul 09.00 Wita. Namun karena para anggota Dewan belum banyak yang datang, rapat baru bisa dimulai 2,5 jam kemudian atau sekitar pukul 11.30 wita. Meski demikian, saat itu baru 25 orang yang hadir atau setengah dari total 50 anggota DPRD Loteng.

Iklan

Sementara pada tata tertib DPRD Loteng mengatur, rapat paripurna baru bisa digelar jika memenuhi kuorum. Dengan ketentuan, setengah dari total anggota DPRD ditambah satu, harus hadir. Atas kondisi ini Wakil Ketua DPRD Loteng, Ahmad Ziadi, memutuskan untuk memulai sidang dan men-skorsing rapat, karena tidak memenuhi kuorum.

Setelah skorsing pertama selama 5 menit habis, rapat kembali dibuka. Namun, harapan bertambahnya satu anggota DPRD yang hadir, supaya rapat paripurna bisa digelar masih belum terwujud. Untuk itu, pimpinan rapat kembali menskorsing rapat selama 10 menit.

Usai skorsing kedua, jumlah anggota Dewan yang hadir tidak juga berubah. Pimpinan rapat lantas memutuskan untuk menskorsing rapat dan menggelar pertemuan dengan unsur pimpinan dan pimpinan masing-masing fraksi hingga pukul 14.00 wita. Hasil rapat ini menjadi acuan, apakah rapat paripurna tetap akan dilanjutkan atau ditunda dengan memberikan kewenangan kepada Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Loteng untuk menentukan jadwal rapat paripurna kembali.

Usai Salat Jumat, rapat raripurna kembali digelar. Pimpinan rapat kemudian mengumumkan kalau rapat paripurna tetap akan digelar. Hal ini sesuai hasil keputusan dalam pertemuan antara pimpinan dewan dengan ketua masing-masing fraksi di DPRD Loteng.

Begitu keputusan keluar, satu demi satu anggota DPRD Loteng yang sebelum tidak hadir, akhirnya datang ke ruang rapat, sehingga total anggota Dewan yang hadir dari sebelumnya hanya 25 orang menjadi 43 orang.

Pengisian anggota dan pemilihan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Loteng, menjadi agenda pertama usai skorsing. Dari 9 nama yang muncul, terpilih 5 orang. Masing-masing TGH. Jamaludin (Partai Demokrat), Majrun (Partai Nasdem), L. Sunting Mentas (PPP), H. Ihsan (PKB) dan Sabarudin (Partai Golkar).

Memasuki agenda pengisian dan pemilihan pimpinan pada Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran (Banggar) serta anggota untuk empat komisi yang ada, jalannya rapat kembali memanas. Menyusul munculnya protes dari anggota Fraksi Partai Golkar dan Partai Gerindra terkait beberapa nama anggota Dewan yang tidak sesuai usulan yang masuk.

Guna menyelesaikan persoalan yang ada, pimpinan rapat memberikan waktu bagi kedua fraksi untuk menggelar rapat internal. Hingga Jumat malam rapat paripurna masih berlangsung dengan agenda pemilihan pimpinan di masing-masing AKD DPRD Loteng yang ada. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here