Alit Karyawan Raih Gelar Doktor Cum-Laude di ITS

Alit Karyawan (ke empat dari kiri) bersama pembimbing dan penguji. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)-Surabaya kembali meluluskan doktor baru dalam bidang Tehnik Sipil, pada sidang terbuka promosi doktor, Senin, 24 Februari 2020. Promovendus: I Dewa Made Alit Karyawan, dinyatakan lulus dengan pujian (cum-laude).

Promovendus adalah dosen pada Jurusan Teknik Sipil FT-Universitas Mataram (Unram). Selaku pimpinan sidang  adalah : Prof. Dr. Nadjaji Anwar  dengan enam orang penyanggah,  terdiri dari Tim Promotor dan Tim Penguji. Selaku Promotor,  Ir. Ervina Ahyudanari, ME, Ph.D; Co-Promotor, Dr. Eng. Januarti Jaya Ekaputri dan Iswandaru Widyatmoko, M.Sc.,Ph.D. Sedangkan Tim Penguji, Prof. Dr. Ir. Triwulan; Prof. Dr. Ketut Buda Artana, Prof. I Nyoman Arya Thanaya, Ph.D. Dihadiri lebih dari 100 undangan terdiri dari  akademisi dan mahasiswa, keluarga dan kolega Alit Karyawan.

Iklan

Hadir pula dalam kesempatan itu Dekan Fakultas Teknik Unram,  Akmaluddin, Ph.D., Ketua Jurusan Teknik Sipil FT-Unram, Jauhar Fajrin, Ph.D., serta beberapa dosen Program Magister Teknik Sipil FT-Unram.

Alit Karyawan mempresentasikan hasil penelitiannya dengan lancar. Hampir semua pertanyaan dan klarifikasi dapat dijawab dan dijelaskan dengan baik sehingga memuaskan penguji. Tema yang diangkat oleh ayah lima anak dari istri Ni Ketut Eli Kristina Dewi, S.Ag., ini adalah  Potensi Penggunaan Agregat Buatan Berbahan Limbah Batu Bara dalam Campuran Aspal Beton untuk Mengurangi Rubber Deposit pada Permukaan Runway.

‘’Tema ini berangkat dari adanya permasalahan tentang limbah sisa pembakaran batu bara dan isu keselamatan pesawat pada landas pacu (runway),’’ ujarnya kepada Suara NTB, Rabu, 26 Februari 2020.

Eksperimen yang dilakukan dijelaskan Alit Karyawan, adalah menganalisis pengaruh penggantian dalam prosentase tertentu agregat alam dengan agregat buatan terhadap tekstur untuk antisipasi tumpukan karet (rubber deposit) pada runway. Pengaruh penggunaan agregat buatan yang dicampur dengan agregat natural (alam) dalam campuran aspal beton, dicoba dengan membuat 2 gradasi. Gradasi yang dimaksud adalah gradasi menerus dan gradasi terbuka. Masing-masing gradasi menggunakan 25% agregat buatan dan tanpa agregat buatan. Sehingga ada 4 variasi campuran. Berdasarkan eksperimen dengan 2 gradasi tersebut, dapat dilihat pengaruh penggunaan  agregat buatan terhadap ketebalan karet ban pesawat di runway.

Setiap pendaratan pesawat akan menimbulkan jejak karet gerusan roda pada runway. Yang terakumulasi dengan pendaratan berikutnya.  Tumpukan karet roda pesawat pada landas pacu mengurangi kekesatan sehingga  permukaan menjadi licin. Hal ini sangat berbahaya karena dalam aktivitas pendaratan, dibutuhkan kekesatan permukaan landas pacu yang memungkinkan pesawat berhenti pada tempat yang diinginkan. Ini berkaitan dengan gesekan antara roda pesawat dengan pemukaan landas pacu.

Kekesatan yang kurang dari persyaratan menyebabkan, roda pesawat tergelincir sehingga pesawat meninggalkan runway. Kekesatan sangat dipengaruhi oleh tekstur permukaan runway. Makin besar tekstur permukaan maka kekesatan makin besar, demikian sebaliknya. Menurunnya ukuran tekstur dipengaruhi oleh tumpukan karet pada permukaan runway. Oleh karena itu dalam penelitian ini dicari campuran aspal beton dengan tekstur yang dapat memberikan kekesatan sehingga menghasilkan tahanan geser (skid resistance) terbaik. Sehingga, proporsi penambahan agregat buatan dan gradasi campuran aspal beton yang direkomendasikan adalah yang memberikan efek rubber deposit yang rendah. Hal ini perlu dilakukan karena pembersihan tumpukan karet akan berakibat pada kerusakan permukaan aspal beton.

Mengingat penelitian hanya dilakukan pada skala laboratorium, maka perlu penelitian lanjutan dengan skala lapangan. Atau dengan membuat model yang mencerminkan gesekan roda pesawat dengan permukaan perkerasan seperti kondisi pada runway bandara.

Dengan keberhasilan penelitian ini, sangat membantu menekan biaya operasional bandara, khususnya biaya pembersihan karet pada runway bandara. Sehingga pesawat aman untuk melakukan aktivitas pendaratan pada  bandara. Manfaat lainnya adalah dengan menggunakan agregat berbahan flyash, maka keberadaan limbah flyash ini dapat dikurangi.

Di akhir sidang, Ir. Ervina Ahyudanari, Ph,D selaku promotor menyatakan dengan berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi, provendus dapat menyelesaikan studi dalam waktu singkat, selama 3 tahun 5 bulan dengan hasil maksimal, berkat ketekunan dan kerja keras. Ervina berharap ke depan riset ini dapat berlanjut sehingga dapat diaplikasikan. (r)