Alih Fungsi Lahan, Biang Kerok Hutan Gundul di Kota Bima

Ilustrasi lahan gundul (Suara NTB/dok)

Kota Bima (Suara NTB) – Hutan gundul menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir yang menerjang wilayah Kota Bima belum lama ini. Selain intensitas hujan yang cukup tinggi dan sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Apa penyebab gundulnya hutan di Kota Bima ? Kepala Balai KPH Maria Donggomasa, Ahyar HMA, S.Hut mengatakan gundulnya hutan di wilayah Kota Bima disebabkan pembukaan jalan tani dan alih fungsi lahan untuk menanam jagung.

Iklan

“Penyebabnya gundul atau rusaknya hutan awalnya pembukaan jalan dan lahan jagung,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 30 November 2021.

Usai itu, lanjut Ahyar, lahan tersebut dikuasai dan dijadikan hak milik pribadi oleh warga. Bahkan memiliki Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang akan dibayar setiap tahun oleh pemiliknya. “Dijadikan tegalan untuk tanam jagung,” katanya.

Ia mengaku saat ini luas lahan tegalan di Kota Bima mencapai 12.611 hektar yang berada di luar kawasan hutan atau di Area Penggunaan Lain (APL) yang menjadi wewenang Pemerintah Daerah. “Ribuan hektar tegalan ini tersebar di wilayah Kecamatan Mpunda, Asakota, Rasanae Timur dan Raba,” ujarnya.

Ahyar menjelaskan 60 persen lahan berada di luar kawasan atau APL. Untuk luas secara detail belum diketahui pasti karena hingga saat ini belum dipetakan atau diukur oleh Pemerintah Daerah sebagai pihak berwenang. “Hutan di kawasan yang ditangani KPH  ada 23 persen atau seluas 4.889 hektar,” pungkasnya. (uki)

Advertisement