Ali BD Setuju Penghentian UN

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch. Ali Bin Dachlan mengaku sangat setuju terhadap kebijakan pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy yang akan menghentikan sementara (moratorium) Ujian Nasional (UN). Menurut bupati, penghentian sementara UN itu merupakan langkah yang sangat praktis.

Bupati mengaku, saat menjadi kepala sekolah di SMP AlMa’arif Mataram pada tahun 1975-1976, penentu kelulusan terhadap peserta didik tidak menggunakan UN. Kala itu, katanya, yang ada hanya Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang penentu kelulusan bagi peserta didik adalah sekolah itu sendiri. Sehingga menurut bupati, sangat tepat sekali apabila UN ditiadakan dan mengembalikan kepada masing-masing sekolah sebagai pihak yang menentukan kelulusan siswa.

Iklan

“Jadi sangat bagus ya itu ditiadakan (moratorium) menurut saya. Itu suatu langkah yang sangat tepat dan praktis dilakukan oleh pemerintah. Seperti dulu, kita ujian sendiri, kita kasih ijazah sendiri, jadi itu yang benar ya,”tegas bupati saat dikonfirmasi disela-sela bersilaturahmi dengan ribuan guru honor di Labuhan Haji, Selasa, 29 November 2016.

Sementara, Sekretaris Dinas Dikpora Lotim, Drs. M.Zaini menegaskan, Dinas Dikpora sangat setuju terkait dilakukan moratorium pelaksanaan UN tahun 2017. Dengan dilakukannya moratorium itu dapat memberikan kesempatan bagi siswa, termasuk satuan pendidikan untuk lebih bertanggung jawab.

Kendati demikian, ia mengharapkan kepada satuan pendidikan untuk objektif dalam melakukan penilaian. “Sangat setuju, kalau sudah UN itu diserahkan ke satuan pendidikan, maka tidak lagi kita akan menganntungkan diri pada soal-soal UN dan tidak lagi adanya kebocoran-bocoran soal UN,”ungkapnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here