Ali BD Kritik Pembangunan KEK Mandalika

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) Dr. H. Moch Ali bin Dachlan mengkritik pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Berdasarkan hasil pengamatannya setelah melihat langsung beberapa waktu lalu kegiatan pembangunan kawasan di Pantai Kuta dan sekitarnya di Lombok Tengah itu disinyalir melanggar tata ruang.

Menurutnya, kegiatan pembangunan fisik di KEK Mandalika ini banyak yang mepet dengan garis pantai. Di mana, sepanjang 100 meter dari pantai harus menjadi areal publik. Karena itu, dalam merealisasikan pembangunan KEK yang dananya bersumber dari pusat hendaknya melibatkan ahli-ahli dalam berbagai bidang.

Iklan

“Hendaknya melibatkan para ahli lingkungan, ahli sosial, ahli ekonomi, ahli tata ruang dan lainnya,” ujarnya pada Suara NTB, Selasa, 18 April 2017.

Pada prinsipnya, kata bupati, merealisasikan pembangunan harus dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.  Pembangunan tidak bisa dilakukan dengan memangkas hak-hak publik. Baginya, KEK Mandalika ini tidak seperti kawasan Senggigi dan sekitarnya.

Bangunan-bangunan hotel yang berdiri di Senggigi itu telah banyak melanggar tata ruang. Di mana, daerah pinggir pantai yang menjadi hak publik justru berdiri bangunan-bangunan perhotelan. Akibatnya, masyarakat di sekitar Senggigi ini tekesan menjadi tamu di daerahnya sendiri.

Pembangunan pariwisata diharapkan tidak menjadikan masyarakat menjadi penonton. Pelibatan masyarakat sangat penting, sehingga kegiatan pembangunan yang melanggar ketentuan diharap tidak dilanjutkan. Pasalnya, tata ruang yang buruk akan menjadi masalah baru di kemudian hari. “Prinsipnya jangan seperti Senggigi,” sarannya.

Kawasan Pantai Kuta Lombok yang berada di lingkup KEK setidaknya bisa menjadi contoh dari pembangunan yang lain. Jika pembangunannya merasuk ke semua kawasan pantai yang menjadi hak publik, maka pantai-pantai tersebut tidak lagi dapat dinikmati oleh khalayak ramai. Kepentingan publik, lanjutnya harus tetap dikedepankan. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here