Ali BD Kembali Diperiksa Penyidik Kejari Lotim

Mantan Bupati Lotim, H. Moch. Ali Bin Dachlan saat keluar dari Kejari Lotim usai diperiksa  terkait dugaan tipikor pengerukan kolam labuh dermaga Pelabuhan Labuhan Haji, Kamis, 10 Februari 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Mantan Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan atau Ali BD kembali diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, Kamis, 10 Februari 2021. Ia diperiksa terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang terendus Jaksa dalam proyek pengerukan kolam labuh dermaga Pelabuhan Labuhan Haji. Ali BD diperiksa untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pemeriksaan di tingkat penyelidikan.

Pantauan Suara NTB, Ali BD datang dengan diantar sopirnya pada Kamis siang sekitar pukul 12:00 Wita. Pemeriksaan terhadap Ali BD sekitar empat jam hingga pukul 15:00 Wita. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari Lotim mengingat kasus ini statusnya sudah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Iklan

Pemeriksaan Bupati Lotim periode 2013-2018 terkait perkara dugaan korupsi proyek pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji Tahun 2016. Ali dinilai cukup kooperatif untuk memenuhi pemanggilan dari penyidik. “Sejauh ini pak Ali BD cukup kooperatif,” terang Kasi Intelijen Kejari Lotim, Lalu M. Rasyidi, Kamis, 10 Februari 2021.

Pemeriksaan terhadap Ali BD dengan status sebagai saksi. Pasalnya pengerukan kolam labuh dermaga pelabuhan Labuhan Haji pada tahun 2016 itu masih di bawah kepemimpinan Ali BD namun gagal dikerjakan atau sama sekali tidak ditemukan hasil pekerjaan. Sementara, saat itu nilai uang yang digelontorkan cukup fantastis, sebesar Rp38,9 miliar.

Bahkan saat itu Pemda Lotim diketahui telah membayar uang muka sebesar 20 persen dari total nilai proyek kepada pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Namun uang muka proyek dititip melalui salah satu bank di Bandung tersebut hingga saat ini belum dikembalikan.

Maka dari itu, berdasarkan proses Puldata dan Pulbaket yang sudah dilakukan di tingkat penyelidikan. Kejari Lotim menemukan kerugian negara yang timbul dalam proyek ini sebesar Rp7 miliar lebih. Begitupun denda dari uang muka yang dibayarkan itu ditemukan sebesar Rp2 miliar. “Intinya semua pihak terkait akan kita periksa,” terangnya.

Sementara mantan Bupati Lotim, H. Moch Ali BDN saat dikonfirmasi wartawan usai diperiksa mengatakan bahwa pertanyaan yang diajukan penyidik masih sama dengan pertanyaan pada pemeriksaan sebelumnya. Yaitu terkait uang muka proyek pengerukan kolam labuh dermaga Pelabuhan Labuhan Haji yang belum dikembalikan oleh pihak kontraktor.

Ali BD yang dikenal kontroversial ini mengaku sangat mengapresiasi langkah Kejari Lotim dalam mengusut tuntas dugaan Tipikor yang terjadi dalam pengerukan kolam Labuhan Haji. Ia berharap supaya pelakunya dapat ditangkap dan mengembalikan uang negara.

Ali BD mengklaim dirinya tidak pernah terlibat dalam pembangunan megaproyek tersebut. Menurutnya proyek itu dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim. “Yang mengerjakan proyek itu dinas, saya tidak terlibat,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan terhadap dirinya, Bupati tidak menjelaskan satu persatu karena terlalu banyak. “Salah satu yang ditanyakan itu soal uang muka. Yang lain saya tidak ingat. Banyak pokoknya pertanyaan ke saya,” pungkasnya. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional