Ali BD : Jangan Setiap Perbedaan Pendapat Dianggap Radikal

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan mengimbau supaya terjadinya perbedaan pendapat tidak dikatagorikan radikal. Radikalisme harus didefinisikan apakah radikal tersebut melanggar Undang-Undang ataupun bertentangan dengan hukum negara.

“Jangan mengira bahwa berbeda pendapat itu radikal ya, karena revolusi juga merupakan radikal,” tegasnya pada Suara NTB beberapa waktu lalu.

Iklan

Selain itu, Ali-BD sapaan akrab bupati menegaskan, kemerdekaan yang berhasil diraih bangsa Indonesia juga merupakan radikal. Termasuk, pemerintah ataupun presiden berkeinginan untuk menjadikan Indonesia lebih maju juga merupakan suatu radikal. Untuk itu, apa yang dimaksud dengan radikalisme harus benar-benar dipahami dan dimengerti oleh semua orang.

“Ciri pemuda adalah radikal. Mereka mau cepat perubahan dan ingin cepat Indonesia maju, itulah radikal,” jelasnya.

Selain itu, ujarnya, langkah Pemda Lotim lebih cepat membangun gedung Kantor Bupati dikatagorikan merupakan radikal. Di mana, katanya, tujuan dibangunnya gedung kantor bupati untuk kepentingan bersama, kemajuan bersama dan bukan untuk individual. Atas dasar itu, bupati berharap supaya semua orang meluruskan pandangan dan pemikiran agar tidak menganggap supaya segala sesuatu itu tidak dikatagorikan radikal.

‘’Yang radikal itu adalah yang bertentangan dengan UU dan hukum negara, itulah yang dilarang karena bisa meruntuhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kita tidak punya duit, namun kita tetap membangun gedung kantor bupati, itu juga radikal,” ujarnya menggambarkan.

Namun berbeda halnya dengan teroris, keberadaan teroris menurut orang nomor satu di Gumi Selaparang ini secara jelas semua negara di seluruh dunia menyatakan teroris harus dilawan, karena sudah melakukan teror. Di mana, aksi yang dilakukan bisa menghancurkan semua negara, termasuk negara Indonesia. “Kalau teroris itu sudah jelas ya harus kita lawan, karena dia kerap melakukan aksi teror yang bisa menghancurkan bangsa ini,” tambahnya. (yon)