Ali BD Ingin Selong Layak Disebut Ibukota

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan menginginkan, Selong harus layak disebut sebagai ibukota kabupaten. Karenanya, Selong mulai ditata dan dibangun infrastruktur pendukung, mulai dari kantor bupati, sejumlah kantor pemerintah yang sudah jelek dibangun kembali.

Harapan bupati ini disampaikannya pada wartawan di Timba Nuh Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lotim, Selasa, 25 Oktober 2016.

Iklan

Menurutnya, setelah kantor bupati, Pemkab Lotim membangun Kantor DPRD Lotim dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Penampilan itu penting karena bagian dari penataan kota,” katanya.

Tahun 2017, bupati menegaskan, jika pihaknya akan membangun gelanggang pemuda dan monumen perjuangan masyarakat Kota Selong tahun 1946 silam. Lokasi pembangunan ini di Gedung Juang depan Masjid Agung Al Mujahidin Selong. Gedung yang menjadi kantor Satuan Polisi Pamong Praja itu akan menambah cantik Kota Selong.

Sementara Satpol PP akan dibuatkan kantor baru dua lantai yang direncanakan dibangun di lokasi Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Lotim saat ini. BPPT akan masuk ke kompleks Kantor Bupati. Taman kota direncanakan akan lebih diperluas dan dipertahankan sebagai bagian dari ruang terbuka hijau. “Taman atau hutan kota itu sangat penting,” tegasnya.

Selain bangunan gedung, infrastruktur jalan-jalan di Selong akan diperluas. Perluasan saat ini sudah dimulai. Antara lain dari Lendang Bedurik menuju Tanjung, Sandubaya di belakang pendopo, Kelayu Selatan menuju Kelayu Utara, jalan pejanggik Rakam dan lainnya.  “Untuk Rakam yang sedikit itu kita habiskan Rp 4 miliar,” tuturnya.

Tidak tanggung-tanggung, lanjutnya, untuk pembebasan lahan tahun 2016 akan menghabiskan angaran sebesar Rp 68 miliar lebih. Dalam 25 tahun ke depan, ujarnya, Kota Selong akan semakin sesak dengan semakin banyaknya manusia, sehingga hal ini perlu dipikirkan. “25 tahun ke depan, tidak bisa lagi bangun jalan karena bertambahnya jumlah manusia,” urainya.

Perbaikan infrastruktur jalan itu diyakinkan akan mampu menarik investasi dan kepentingan bisnis lainnya. Selong yang dulunya kumuh akan terlihat benar-benar menjadi kota yang indah. “Kita menginginkan kota yang indah. Kemarin Desa Selong namanya dan sekarang menjadi kota dengan terus kita sempurnakan dan perbaiki,” ujarnya. (rus)