Ali BD Ingatkan PKK Bukan Gerakan Mencari Honor

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan mengingatkan program-program yang dijalankan Tim Penggerak (TP) PKK merupakan sebuah gerakan dan bukan sebuah proyek. Atas dasar itu, anggota TP PKK harus berpikir tentang pengorbanan.

Demikian penegasan Bupati Lotim dalam acara resepsi Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kabupaten Lotim, di Selong, Rabu, 29 Maret 2017. Hadir dalam pertemuan ini Ketua TP PKK Lotim, Hj. Supinah Ali Dachlan, Istri Wakil Bupati Lotim, Hj. Ro’yal Ain Haerul Warisin dan istri Sekda Lotim, Hj. Siti Sukaenah Rohman Farly.

Iklan

Pada kesempatan ini, bupati mengingatkan dalam menjalankan sebuah gerakan tidak berpikir harus ada uang honor. Menurutnya, jika berpikir setiap bergerak harus ada honor dan uangnya, maka tidak akan maju-maju. Cara berpikir bekerja harus dengan honor, utamanya bagi para aparatur sipil negara (ASN) dianggap bupati merupakan cara berpikir yang salah.  Untuk itu, cara berpikir ASN harus diubah. Termasuk kepada seluruh kecamatan.

Bupati mengaku, dirinya sering memangkas habis anggaran-anggaran honor yang direncanakan sejumlah ASN di lingkup Pemkab Lotim. Jika yang dicari adalah honor, dirinya mempertanyakan kemana gaji yang diterima setiap tanggal 1 tiap bulannya. “Gaji setiap tanggal satu itu lalu untuk apa, kalau bekerja harus ada honor,” katanya.

Sikap mental pegawai yang bergerak hanya ketika saat ada honor ini dianggap sebagai pemicu kehancuran suatu bangsa dan perekonomian negara bisa bangkrut. “Mungkin ini yang menyebabkan banyak ingin jadi pegawai, tidak bekerja tapi bisa jadi  orang kaya,” sindirnya.

Cara berpikir gerakan ini, harapnya, diharap bisa menular sampai ke PKK tingkat kecamatan dan desa. Walaupun dana sedikit, bukan berarti tidak bisa bekerja. Semua diminta rindu dengan keberhasilan dalam pembangunan.

“Mari ubah cara berpikir masyarakat Lotim dari pemalas menjadi orang-orang yang bekerja keras dan hemat. Tidak boleh diteruskan cara berpikir konsumtif. Namun harus menjadi masyarakat yang produktif,’’ ujarnya mengingatkan.

Sebelumnya, Ketua Panitia HKG PKK ke 45, Hj. Siti Sukaenah Rohman Farly, menegaskan, pihaknya dalam menjalankan roda gerakan PKK Lotim  mencoba melakukan akselerasi program guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lotim.

Salah satu program yang dijalankan dan mendapat sanjungan dari Bupati Lotim adalah rehab rumah tidak layak huni. Di mana TP PKK di bawah pimpinan Hj. Supinah Ali Dachlan ini turun langsung ke rumah yang menjadi sasaran pemberian program bantuan rehab rumah kumuh tersebut.

Lainnya ada kegiatan sosialisasi keluarga berencana dan berhasil membantu pemerintah menyukseskan program KB dengan mengajak 9.543 akseptor baru. Dilakukan juga sosialisasi tentang bahaya narkoba, pembinaan terhadap Orang Dengan HIV Aids (ODHA) dan lainnya. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here