Ali BD Disarankan Ikut Debat Kandidat

Mataram (Suara NTB) – Pasangan cagub dan cawagub nomor urut 4, H. Moch. Ali BD – TGH. L. Gede Sakti (Ali-Sakti) dinilai akan mengalami kerugian politik yang cukup besar jika tetap pada pendiriannya untuk tidak datang mengikuti kegiatan debat kandidat Pilkada NTB 2018,  yang digelar KPU, Sabtu, 12 Mei 2018, pukul 19.30 Wita malam nanti.

Penilaian itu disampaikan oleh Ayatullah Hadi, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Menurutnya ajang debat kandidat tersebut akan menjadi ruang bagi calon pemilih untuk menggali referensi pilihannya. Sehingga penampilan para paslon pada saat debat, memberikan pengaruh yang cukup kuat untuk menarik dukungan dari masyarakat.

Iklan

“Jelas Ali BD akan dirugikan jika tidak ikut debat, karena publik itu sudah menunggu debat ini. Bagi calon pemilih debat itu penting untuk menambah referensi kepada calonnya yang akan dipilihnya. Karena dari debat itu masyarakat akan tahu program masing-masing calon. Sehingga menurut saya mengapa bagi calon sangat penting mengikuti debat itu,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Ayatullah, kegiatan debat kandidat tersebut merupakan agenda resmi tahapan Pilkada dari KPU. Sehingga  jika tidak diikuti oleh paslon, maka publik akan menilai paslon yang bersangkutan tidak mematuhi tahapan Pilkada dengan baik.

Oleh karena itu, Ayatullah Hadi memberi saran kepada Paslon independen, non parpol dan non blok itu, agar sebaiknya hadir dalam debat kandidat. Karena debat kandidat tersebut juga penting menjadi edukasi politik bagi masyarakat. Dimana dalam menjatuhkan pilihan, masyarakat memiliki pertimbangan yang lebih rasional.

“Saran saya adalah buang jauh-jauh arogansi itu, karena ini tahapan Pilkada kita yang cukup penting, sudah ditunggu oleh masyarakat, jadi ikuti sajalah,” cetusnya kepada Suara NTB, Jumat (11/5).

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pemenangan Ali-Sakti, Basri Mulyani, SH.,  menjelaskan bahwa pihaknya belum berani memberikan kepastian apakah paslon nomor 4 akan datang di acara debat kandidat atau sebaliknya, Sabtu malam nanti. Sebab, sampai saat ini Tim Pemenangan belum  mengkomunikasikan hal tersebut dengan Paslon.

“Kita belum tahu ini karena kebetulan belum ketemu (Ali BD), karena kita ada di bawah (masyarakat) terus ini,” jawab Basri.

Namun demikian, ditegaskan Basri, menurut keyakinan tim, Ali BD akan datang ikut debat kandidat, sebagai bentuk penghormatan terhadap undangan KPU. “Tapi kami berkeyakinan pasti akan datang (debat). Kan hari ini kami dengan tim yang lain ada pertemuan dengan KPU, ya kami hadiri undangan,” cetusnya.

Namun demikian, jikapun Ali BD tetap tidak akan datang debat, seperti yang sebelumnya sudah dikatakan Ali. Menurut Basri, pihaknya siap dengan segala konsekuensi, baik secara politik maupun sanksi administrasi dari KPU.

“Memang itu perintah dari undang-undang, kalau ada sanksinya ya kita terima konsekuensinya. Dan kalaupun publik menilai, ya silahkan lah dia menilai, yang penting kan sudah dijelaskan alasannya, pak Ali mau ikut debat itu, kalau debatnya head to head, berdua caranya, tidak seperti orang main kuis. Tapi sekali lagi kita yakin akan datang debat,” pungkasnya. (ndi)