Alasan Rencana Penyegelan RS Pratama Manggelewa Dinilai Keliru

Abubakar Husain. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB, berencana menyegel RS Pratama di Kecamatan Manggelewa. Alasannya, membahayakan keselamatan pasien karena bangunan latai II diduga bermasalah. Itu sesuai hasil cek fisik ahli konstruksi bangunan dari Universitas Mataram.

Menyikapi kabar yang cukup meresahkan masyarakat tersebut, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Abubakar Husain angkat bicara.

Iklan

Jika rencana penyegelan didasari kondisi lantai II bergetar ketika dilalui pengunjung, ia menilai pertimbangan tersebut keliru. Bagaimana tidak, proyek yang dibangun tahun 2017 dengan anggaran sebesar Rp17 miliar ini merupakan bangunan satu lantai. “Saya ndak berani bilang keropos atau bagaimana, tangga saja tidak ada apalagi lantai II,” tegasnya saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Kamis, 15 Oktober 2020.

Rencana penyegelan sebagaimana diberitakan sejumlah media, dianggap meresahkan masyarakat. Apalagi dengan status RS Pratama saat ini sebagai rumah sakit rujukan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasca rampungnya pembangunan proyek, tak dipungkiri pihaknya pernah dipanggil penyidik dari Polda NTB. Ia diklarifikasi terkait indikasi korupsi anggaran pembangunan. Bahkan waktu itu, tim ahli konstruksi dari Unram turun langsung untuk pengecekan lapangan. “Itu apa hasilnya saya tidak tahu juga, kita sudah serahkan sesuai prosedur yang diminta. Malah dulu ada temuan dari BPK, tapi sudah dikembalikan,” jelasnya.

Ditegaskan, dalam perencanaan serta fakta bangunan di lapangan, RS Pratama hanya memiliki satu lantai. Karenanya, janggal ketika harus disegel dengan alasan takut lantai II abruk menimpa pasien.

Kalaupun ada pertimbangan lain, tambah dia, langkah penyegelan mesti dipertimbangkan. Sebab ini menjadi salah fasilitas rujukan pasien positif Covid-19. “Selain masyarakat, kita sendiri juga resah. Kita sekarang lagi mencari tempat-tempat isolasi, kalau mau disegel dimana kita cari tempat yang layak,” pungkasnya. (jun)