Alami Penurunan Pendaftar, SMPN 5 Mataram Sarankan Evaluasi Zonasi PPDB

Suasana Pendaftaran PPDB di SMPN 5 Mataram. SMPN 5 Mataram mengalami penurunan jumlah pendaftar di PPDB tahun ini, pihak sekolah mengharapkan ada evaluasi zonasi untuk PPDB tahun depan.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMPN 5 Mataram mengalami penurunan jumlah siswa yang mendfatar selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022. Padahal pada PPDB tahun-tahun sebelumnya, siswa yang mendaftar di SMPN 5 Mataram selalu melebih daya tampung. Pihak sekolah mengharapkan adanya evaluasi zonasi, terutama zonasi irisan dengan sekolah lain yang mengalami perubahan di tahun ini.

Kepala SMPN 5 Mataram, Muhamad Ali pada Kamis, 1 Juli 2021 menyampaikan sampai dengan Rabu, 30 Juni 2021, kuota jalur zonasi di SMPN 5 Mataram belum terpenuhi. Pada tahun sebelumnya pendaftar melebih dari daya tampung sekolah. “Biasanya SMPN 5 Mataram kan tidak pernah kurang siswa, lebih saja, untuk ke depan kita mungkin sarankan jalur atau zonasi irisan antara sekolah ini harus diatur kembali,” ujarnya.

Iklan

Ia menyebutkan, kuota yang diberikan dari Dinas Pendidikan sebanyak 224 orang untuk delapan rombongan belajar dengan isi satu rombongan belajar sebanyak 28 orang. Sampai dengan Rabu, 30 Juni 2021, jalur prestasi terisi 25 orang, jalur afirmasi terisi 34 orang, jalur perpindahan orang tua sebanyak satu orang, dan jalur zonasi sebanyak 139 orang. “Itu total 199 orang, jadi kami kekurangan kuota 25 orang,” bebernya.

Ali mengharapkan ada evaluasi zonasi untuk PPDB tahun depan, agar jalur irisan antar sekolah bisa diatur kembali. Ia juga menyarankan, dalam pembagian zonasi perlu juga diperhatikan ada atau tidaknya sekolah asal atau SD di lingkungan atau kelurahan. Pasalnya di PPDB tahun ini, ada sejumlah wilayah zonasi yang sebelumnya masuk di zonasi SMPN 5 Mataram mengalami perubahan.

“Mengatur jumlah sekolah yang akan masuk ke setiap-setiap SMP, sebab kalau diatur menurut jalur lingkungan atau kelurahan, belum tentu di lingkungan itu ada SD. Ada beberapa lingkungan tidak ada SD, tapi dihitung sebagai zonasi sekolah. Zonasi lingkungan banyak, tetapi SD tidak ada atau sedikit. Kalau diatur jumlah menurut jumlah asal sekolah (SD) itu lebih riil,” saran Ali.

Ia berharap daya tampung di SMPN 5 Mataram bisa terisi penuh nantinya. Terutama bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah selama PPDB berlangsung. “Harapannya bisa segera terisi seluruh kuota ini,” ujarnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional